Sabtu, 06 Jun 2026 21:24 WIB

Awali Buka Giling, PG Modjopanggung Tulungagung Gelar Manten Tebu

  • Penulis : Bramanta
  • | Sabtu, 09 Mei 2026 10:15 WIB
Prosesi manten tebu di PG Modjopanggung Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Prosesi manten tebu di PG Modjopanggung Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mengawali buka giling, PG Modjopanggung Tulungagung menggelar tradisi adat manten tebu. Tradisi ini sudah digelar sejak era kolonial Belanda dan kini menjadi warisan leluhur untuk menandai prosesi buka giling.

Tradisi manten tebu, ini diwujudkan dengan sepasang boneka pengantin jawa. Dimana proses pembuatan boneka manten tersebut, memerlukan ritual khusus yang dilakukan secara turun-temurun. Pembuat boneka manten, harus melakukan puasa selama empat hari sebelum merangkai boneka, dan pada saat membuat dia tidak boleh tidur hingga boneka selesai dibuat.

Baca Juga: Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Sepasang boneka ini diarak menuju lokasi penggilingan tebu. Prosesi arak-arakan dimulai dari luar pabrik menuju tempat tinggal GM PG Mojopanggung. Setelah itu arak-arakan yang diiringai dengan kembar mayang, ragam sesaji dan tebu yang sudah dihias dibawa menuju ke lokasi penggilingan tebu. Boneka bersama aneka sesaji dan tebu lalu dimasukkan ke mesin giling.

GM PG Mojopanggung, Sugiyanto mengatakan tradisi ini sudah digelar sejak zaman dulu sebagai tanda pembuka musim giling. Tradisi tersebut memiliki makna filosofis kekeluargaan dan simbol harapan hasil produksi tahun ini membawa berkah untuk petani dan keluarga PG Mojopanggung.

"Tradisi ini memiliki makna kekeluargaan, simbol bersatunya antara petani tebu dan pabrik, layaknya manten pada umumnya melibatkan banyak pihak dalam prosesnya," ujarnya, Sabtu (9/5/2025).

Baca Juga: Datangi DPRD, PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Wadul Gaji Tak Layak

Tahun ini PG Mojopanggung ditargetkan menggiling 44.123 ribu ton tebu dengan target rendemen mencapai 7,21 persen. Dari jumlah tersebut mereka mentargetkan produksi gula mencapai 33.705 ton dengan lama giling 161 hari. Melihat fenomena cuaca yang terjadi saat ini, mereka optimis dapat memenuhi target tersebut.

"Kami ingin mengembalikan PG Modjopanggung seperti tahun 2024 lalu dimana menjadi nomor satu di Indonesia," tuturnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Faktor cuaca diakui Sugiyanto sangat berpengaruh terhadap hasil produksi gula di pabrik ini. Tingginya curah hujan tahun lalu membuat hasil produksi gula tidak maksimal. Dari target sekitar 33 ribu ton mereka mampu memenuhi 90 persen. Tahun 2025 disebut sebagai tahun terberat untuk pabrik gula.

"Tahun lalu menjadi pembelajaran besar bagi kami dan tahun ini kami optimis bisa memenuhi target," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

BMKG imbau warga selalu waspada potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan pun.