Senin, 22 Jun 2026 11:32 WIB

70,2 Hektare Hutan di Ponorogo Terbakar, BPBD Curiga Dominan Unsur Kesengajaan

kebakaran hutan di Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
kebakaran hutan di Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo melaporkan bahwa kebakaran hutan yang terjadi sejak awal tahun hingga 10 September 2024 telah menghanguskan sekitar 70,2 hektare lahan.

"Sejak siaga bencana kebakaran hutan hingga saat ini, tercatat ada 70,2 hektare lahan yang terbakar," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun, Rabu (11/9/2024).

Baca Juga: Ancaman Batu Raksasa di Desa Ngilo-ilo Ponorogo, BPBD Surati PVMBG

Kebakaran terakhir yang terlaporkan adalah di kawasan hutan Desa Menggare, Kecamatan Slahung, Ponorogo.

Masun menjelaskan bahwa dari total 70,2 hektare tersebut, terdapat 60 kejadian kebakaran, dengan luas yang terbakar dalam setiap kejadian berkisar antara 1 hingga 2 hektare.

BPBD Ponorogo telah melakukan analisis terhadap penyebab kebakaran ini. Masun mengungkapkan kecurigaan bahwa banyak kebakaran terjadi karena unsur kesengajaan atau kelalaian.

Baca Juga: Penyebab Ponorogo Dikepung Banjir, 18 Tanggul Jebol

"Secara dominan, kami mencurigai adanya unsur kesengajaan atau kelalaian," tambahnya.

Menurut Masun, kebakaran hutan lebih sering terjadi di lahan milik pribadi. Ia menambahkan bahwa tradisi pembersihan lahan dengan cara dibakar masih sering dilakukan oleh masyarakat setempat.

Baca Juga: Kepala BNPB Perintahkan Perbaikan Tanggul Jebol Penyebab Banjir Ponorogo

Tidak ada angka pasti mengenai persentase lahan milik pribadi yang terbakar dari total 70,2 hektare. Ia hanya menyebut salah satu contoh kebakaran di Desa Muneng yang menghanguskan 25 hektare hutan rakyat.

Masun berharap masyarakat lebih waspada dan berhati-hati agar kebakaran tidak semakin meluas, khususnya ke area permukiman warga.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.