Minggu, 21 Jun 2026 05:35 WIB

Ancaman Batu Raksasa di Desa Ngilo-ilo Ponorogo, BPBD Surati PVMBG

Kalaksa BPBD Ponorogo, Masun. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kalaksa BPBD Ponorogo, Masun. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dua rumah di Desa Ngilo-ilo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, masih dalam ancaman batu berukuran raksasa yang berpotensi longsor dari tebing.

Setelah insiden batu besar yang menghantam rumah Narto, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Polres Ponorogo, dan instansi terkait melakukan pengecekan lapangan.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengungkapkan bahwa berdasarkan pengamatan visual, masih ada beberapa batu besar di tebing yang bisa meluncur sewaktu-waktu. Untuk memastikan tingkat ancaman, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Biasanya setelah dilakukan asesmen, PVMBG akan memberikan rekomendasi, apakah warga perlu direlokasi atau ada langkah mitigasi lain. Seperti yang terjadi di Desa Bekiring, Talun, dan Sriti, kasusnya mirip,” ujar Masun, Selasa (25/2/2025).

BPBD telah melayangkan surat ke PVMBG, dan berdasarkan pengalaman, tim asesmen diperkirakan akan turun ke lokasi dalam waktu sepekan.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Harapannya awal Maret sudah ada hasil asesmen mengenai kondisi batuan di wilayah ini,” tambahnya.

Sebelumnya, sebuah batu raksasa dengan diameter sekitar 4 meter jatuh akibat longsor dan menimpa rumah Narto pada Sabtu (22/2/2025). Beruntung, Narto yang tinggal sendirian berhasil menyelamatkan diri sebelum batu menghantam rumahnya. Kejadian tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Ngilo-ilo sejak sore hari.

Meski secara kasat mata ada dua rumah lain yang terancam, BPBD masih menunggu hasil asesmen PVMBG.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

“Kami perlu memastikan jenis batuan, kemiringan tebing, serta arah potensi longsoran. Secara visual memang tampak berisiko, tapi kami ingin data yang lebih akurat,” jelas Masun.

Dengan potensi ancaman longsor batuan yang masih ada, warga sekitar diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras melanda wilayah tersebut.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.