Jumat, 19 Jun 2026 14:07 WIB

Puncak Musim Kemarau, Petani Garam Sedati Sidoarjo Mulai Produksi

Para petani garam Sedati Sidoarjo saat melakukan proses produksi. (Foto: Ahaddiini HM/Jatimnow.com.)
Para petani garam Sedati Sidoarjo saat melakukan proses produksi. (Foto: Ahaddiini HM/Jatimnow.com.)

jatimnow.com - Puncak musim kemarau, membawa berkah tersendiri bagi petani garam pesisir Sidoarjo. Kesempatan ini mereka gunakan untuk memproduksi garam di lahan garapannya.

Salah satu petani garam di wilayah Sedati Sidoarjo, Achmad (37) menyampaikan musim merupakan berkah para petani untuk memulai memproduksi garam karena cuaca terik menjadikan proses produksi garam lebih cepat dan menghangsilkan garam lebih banyak.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Alhamdulillah, musim kemarau bawa berkah. Ini hari ke-5 kita produksi garam, hasil lebih memuaskan dibanding musim musim tahun lalu," ucapnya kepada jatimnow.com, Minggu (21/7/2024).

Achmad melanjutkan, dalam sehari, ia dan pekerjanya mampu memproduksi 20 sak karung dalam 1 petak lahan berukuran 15 meter x 30 meter dari luas lahan keseluruhan 1 hektar.

"Sehari mampu produksi 20 sak karung per petak. Total dalam 1 hektar ada 20 petak, jadi total semua 400 sak dalam 10 hari panen," jelasnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Lebih lanjut, hasil produksi garam dijual per sak dengan harga sekitar Rp60 ribu-Rp70 ribu kepada tengkulak.

"Sekali panen dalam 10 hari kurang lebih terkumpul puluhan juta rupiah hasil kotor," imbuh Achmad.

Sementara itu, petani garam Sedati Sidoarjo yang berasal dari Sumenep Madura, Rojali (55) mengaku baru bulan ini memulai produksi garam karena kondisi cuaca hujan di bulan kemarin yang berdampak pada mundurnya produksi garam.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Kalau ada hujan banyak yang gak jadi, proses kristalisasi garam otomatis gagal. Alhamdulillah musim ini bawa berkah," tegasnya.

Rojali berharap dengan adanya puncak musim kemarau membawa keberkahan bagi para petani garam di Sidoarjo.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.