Jumat, 19 Jun 2026 06:50 WIB

Pelaksanaan Coklit di Tulungagung Capai 55 Persen, Pantarlih Temukan Kejanggalan

Pantarlih saat melakukan coklit, kantor KPU Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pantarlih saat melakukan coklit, kantor KPU Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian (coklit) data pemilih di Tulungagung telah mencapai 55 persen. Sejak dimulai pada 24 Juni lalu, tercatat sebanyak 481 ribu pemilih telah dilakukan coklit oleh petugas Pantarlih.

Ditargetkan proses coklit ini bisa rampung dalam dua pekan ke depan. Setelah itu, mereka akan fokus untuk melakukan penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Komisioner KPU Tulungagung, Dewa Aditya mengatakan, sebanyak 3.195 petugas Pantarlih ditugaskan untuk melakukan coklit. Petugas tersebut akan melakukan coklit terhadap 875.182 pemilih sesuai dengan DP 4 hasil sinkronisasi. Hingga saat ini, Pantarlih telah melakukan coklit terhadap 481 ribu pemilih.

"Kalau diprosentase sudah 55 persen, jumlah ini masih terus bertambah karena kita belum mengupdate hari ini," ujarnya, Rabu (3/7/2024).

Selama proses coklit berlangsung, petugas menemukan sejumlah kejanggalan. Di antaranya pemilih memiliki dua KTP dan dua KK yang berbeda, nama di KTP berbeda dengan KK serta data pemilih tidak sesuai dengan KTP maupun KK.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Terkait temuan ini pihak KPU telah berkirim surat ke Dispendukcapil setempat. Mereka juga memastikan nama pemilih tidak dicoret dari daftar pemilih meskipun memiliki identitas ganda.

"Kita menunggu jawaban dari Dispendukcapil setelah itu akan kita tindak lanjuti," tuturnya.

Penerapan e-coklit menjadi kendala tersendiri bagi petugas pantarlih. Sesuai PKPU proses input data ke aplikasi ini harus dilakukan pantarlih di rumah pemilih.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Namun terdapat beberapa wilayah yang mengalami blank spot sehingga tidak ada jaringan internet. Sehingga pamtarlih tidak dapat melakukan input data.

"Kondisi inin sudah kami sikapi mereka dapat melakukan input di lokasi yang terdapat sinyal internet, yangb terpenting coklit manualnya," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.