Jumat, 19 Jun 2026 05:07 WIB

Cerita Bolang Latih Anak-anak Skateboard di Malang, Eksistensi dan Regenerasi

  • Penulis : Gerhana
  • | Jumat, 28 Jun 2024 13:46 WIB
Bolang saat melatih anak-anak main skateboard. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)
Bolang saat melatih anak-anak main skateboard. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Akbar Dani (32) atau akrab disapa Bolang merupakan seorang skateboarder atau pemain papan roda asal Kota Malang, yang belasan tahun menekuni olahraga ekstrem jalanan itu. Baginya, bermain skateboard sudah seperti candu. Beberapa ajang skateboard pernah diikutinya, sejak 2010 mulai Jogjakarta hingga Bali.

"Best trik saya, salah satunya seperti hardflip," kata Bolang mengawali ceritanya, pada Jumat (28/6/2024). 

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Bolang kini juga membuka kursus bagi masyarakat yang ingin belajar bermain skateboard. Rata-rata peserta didiknya anak-anak hingga remaja. Tetapi, tidak jarang Bolang melatih orang dewasa, bahkan ibu-ibu berusia 36 tahun.

"Ada ibu-ibu usia 36 tahun, anak tiga, belajar skateboard sama saya," terangnya. 

Bolang membuka kursus juga sebagai upayanya mengembangkan minat masyarakat terhadap skateboard. Dia juga bercerita bagaimana upaya rekan-rekannya untuk menjadikan skateboard di Kota Malang bisa diterima di masyarakat. 

Menurutnya, skateboarder di Kota Malang sempat tidak memiliki tempat latihan. Para skateboarder baru merasakan pertama kali adanya fasilitas tempat latihan pada tahun 2016 di Alun-Alun Kota Malang. 

"Kemudian fasilitas latihan mulai banyak, di Taman Mojolangu, Sudimoro, di Taman Merjosari," ujarnya. 

Namun, adanya fasilitas tempat latihan, justru keberadaan para skateboarder di Malang saat itu mulai sepi. Hal ini karena ada yang sudah bekerja, berumah tangga dan lainnya. 

Kemudian, Bolang saat berada di tempat latihan skateboard di Taman Merjosari dekat rumahnya melihat anak-anak kecil di lokasi tersebut. 

"Saya merangkul anak-anak kecil yang awalnya perosotan di tempat latihan skateboard. Saya siapkan beberapa papan skateboard, saya ajari otodidak. Pertama cuma main biasa, yang penting ada teman bermain, itu anak-anak usia 10-11 tahun, rata-rata SD," ungkapnya. 

Berjalannya waktu, banyak masyarakat yang menonton Bolang saat sedang mengajari skateboard kepada anak-anak kecil. Kemudian, banyak masyarakat yang ingin belajar skateboard kepadanya. 

Bolang baru memberanikan diri membuka kursus skateboard pada pertengahan tahun 2018.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Banyak yang lihat, tanya les ke saya bisa? biasanya orangtua-orangtua yang tanya, belum kepikiran buka les skateboard saya," katanya. 

Bolang ketika melatih para peserta didiknya mengutamakan keselamatan. Seperti penggunaan helm, sepatu, kneepad atau pelindung lutut dan lainnya. 

Sudah ratusan peserta didik yang pernah dilatihnya. Peserta didiknya tidak hanya berasal dari Kota Malang saja, tetapi juga ada yang dari Kabupaten Malang, Pasuruan dan Mojokerto. 

Biasanya untuk pelajar, Bolang mengikuti jadwal sekolah mereka, atau seminggu minimal dua kali latihan. 

"Untuk pemula, diajari basic (dasar), mulai dari cara berdiri diatas papan skate, push (menekan) papan yang benar, pumping, trik di ramp," katanya.

Bolang bersama skateboarder lainnya juga terkadang membuat event lomba dan atraksi hiburan skateboard skala lokal. Saat ini ada sekitar ratusan skateboarder di Kota Malang. Beberapa skateboarder asal Malang juga mulai berprestasi. 

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

"Kemudian kami bergabung dengan KONI di bawah cabang olahraga sepatu roda, baru dua tahun kemarin masuk. Mulai ada Porprov, teman-teman dianggap atlet, karena kita kan asalnya dari sub culture street," katanya.

Selama melatih, peserta didiknya beberapa kali meraih prestasi seperti di ajang Porprov Jatim. Dia berharap regenerasi atlet skateboard di Kota Malang terus ada. 

Menurutnya, eksistensi skateboard di Kota Malang hampir sama dengan Surabaya. 

"Malang ini seperti Surabaya, yang main (skateboard) banyak, harapannya regenerasi terus, jangan sampai mati, dan eksis go international," tandasnya. 

 

 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.