Selasa, 16 Jun 2026 20:51 WIB

2 Kafe di Sumenep Jual Miras Tak Disanksi Pemkab, Alasannya Apa?

Razia cafe di Sumenep. (dok. Tim gabungan pemkab Sumenep for jatimnow.com).
Razia cafe di Sumenep. (dok. Tim gabungan pemkab Sumenep for jatimnow.com).

jatimnow.com - 2 Kafe di Kabupaten Sumenep tertangkap basah menjual minuman keras (miras). Namun, hingga kini kedua kafe tersebut masih beroperasi seperti biasa.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengatakan 2 kafe, yakni Mr Ball dan Lotus dinilai telah melanggar aturan Pemkab Sumenep. Ia mengimbau agar pemerintah setempat menindak dengan menutup 2 kafe itu.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

"Pemkab jangan lemah menerapkan aturan. Jika 2 cafe itu melanggar aturan, bahkan ijinnya tidak sesuai dengan pengoperasiannya maka harus ditutup," jelasnya, Rabu (12/6/2024).

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep, Abd Rahman Readi mengatakan, telah mengadukan pelanggaran 2 kafe itu ke tim gabungan Pemkab Sumenep. Sebab, ijin tempat itu hanya resto dan kafe serta tak diijinkan menjual miras.

Baca Juga: Satpol PP Tutup Outlet 23 HWG di Kota Kediri, Tak Punya Izin Jual Minuman Keras

"Kami sudah laporkan ke tim agar mendapat tindakan dan sanksi," imbuhnya.

Terpisah, Ketua Tim Gabungan Pemkab Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya mengaku, hingga saat ini belum memberikan tindakan apapun. Padahal, 2 tempat itu telah berulang kali terjaring razia menjual miras dan terdapat wanita penghibur.

Baca Juga: Nenek 76 Tahun di Sumenep Ditemukan Tewas di Dasar Sumur 25 Meter

"Kita kan ada tim ya, jadi kita harus koordinasikan dulu untuk lebih lanjutnya seperti apa," pungkasnya.

Menurut informasi yang dihimpun, sebelumnya, tim gabungan telah melakukan razia di Cafe Lotus dan Mr Ball di Sumenep. Hasilnya, tim menemukan ratusan botol miras berbagai merk dan juga 16 wanita penghibur.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.