Rabu, 22 Jul 2026 14:03 WIB

Nenek 76 Tahun di Sumenep Ditemukan Tewas di Dasar Sumur 25 Meter

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Jumaiya dari dalam sumur. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Jumaiya dari dalam sumur. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com – Nasib tragis menimpa Jumaiya (76), seorang nenek asal Dusun Libilyan, Desa Aengdake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah terjatuh ke dalam sumur sedalam kurang lebih 25 meter di desa setempat.

Setelah melewati proses yang menegangkan, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengangkat jenazah korban dari dasar sumur pada pukul 14.15 WIB.

Baca Juga: 40 Hari KMN Entok Hilang di Laut Lamongan, Tim SAR Kerahkan Kapal Permadi

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus Search Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., menjelaskan bahwa setibanya di lokasi, tim rescue dari Pos SAR Sumenep langsung melakukan assessment (penilaian) untuk menentukan metode evakuasi yang paling aman dan efektif.

Mengingat kedalaman sumur yang ekstrem, tim memutuskan untuk menggunakan peralatan vertical rescue.

“Satu orang rescuer (penyelamat) dari Pos SAR Sumenep diturunkan ke dalam sumur dengan teknik lowering untuk menjangkau tubuh korban secara langsung di dasar sumur,” ujar Nanang.

Setelah rescuer berhasil mengikat tubuh korban dengan aman, jenazah sang nenek kemudian ditarik ke permukaan menggunakan teknik lifting secara perlahan dan bertahap. Nanang menegaskan, seluruh proses ini dilakukan dengan pengamanan ekstra pada sistem tali dan anchor (jangkar) guna menjamin keselamatan personel yang bertugas di medan vertikal tersebut.

Baca Juga: Tercebur Sumur 15 Meter, Kakek 98 Tahun di Kedamean Gresik Ditemukan Tewas

Proses evakuasi jenazah Jumaiya bukanlah perkara mudah. Komandan Tim Rescue Pos SAR Sumenep, Nurul Imam, membeberkan sejumlah kendala teknis dan risiko tinggi yang harus dihadapi petugas di lapangan.

Kendala pertama adalah diameter sumur yang relatif sangat sempit, sehingga membatasi ruang gerak rescuer saat bermanuver di kedalaman puluhan meter. Kendala kedua dan yang paling mematikan adalah potensi adanya gas beracun yang mengendap di dasar sumur.

“Potensi gas beracun di dalam sumur menjadi ancaman serius. Oleh karena itu, rescuer yang turun diwajibkan memakai peralatan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) atau tabung oksigen pernapasan mandiri sebagai langkah antisipasi risiko fatal,” ungkap Imam.

Baca Juga: Geger Air Sumur Bau Menyengat, Ternyata Ada Jasad Nenek yang Hilang di Sumenep

Selain tantangan alam, tim di lapangan juga harus menghadapi kendala sosial. Area di sekitar bibir sumur tidak sepenuhnya steril karena membeludaknya warga sekitar yang antusias ingin menyaksikan proses evakuasi secara langsung. Kondisi ini sempat menghambat mobilitas dan ruang gerak tim SAR gabungan.

Setelah berhasil dievakuasi ke permukaan, jenazah Jumaiya langsung dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga agar segera dimakamkan.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.