Jumat, 19 Jun 2026 10:51 WIB

Melihat Tradisi Ulur-Ulur Telaga Buret, Pj Bupati Tulungagung Beri Pesan Ini

Prosesi ritual tradisi ulur ulur di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Prosesi ritual tradisi ulur ulur di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan warga dari empat desa menggelar tradisi upacara ulur-ulur di Telaga Buret di Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Tradisi ini merupakan wujud syukur atas pemberian air yang berlimpah sepanjang tahun.

Air di telaga tersebut selama ini tidak pernah kering meski di musim kemarau panjang. Masyarakat memanfaatkan air telaga Buret untuk keperluan pertanian.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno mengatakan, setiap tahun warga di Desa Ngentrong, Gamping, Sawo dan Gedangan melaksanakan upacara adat ulur-ulur di Telaga Buret. Tradisi ini termasuk dalam kalender wisata Tulungagung.

"Upacara ulur-ulur merupakan cara masyarakat mensyukuri air dari Telaga Buret yang mengalir sepanjang tahun," ujarnya, Jumat (24/05/2024).

Tradisi ulur-ulur di Telaga Buret telah diakui secara nasional sebagai warisan budaya tak benda. Maka dari itu, masyarakat harus tetap melestarikan kebudayaan dan kearifan lokal ini.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Ulur-ulur juga merupakan identitas keanekaragaman dari Tulungagung, maka tradisi yang ada harus dilestarikan," terangnya.

Heru menjelaskan, tradisi ulur-ulur di Telaga Buret masih perlu pengemasan yang baru. Agar dapat menarik wisatawan ke Telaga Buret.

"Harus dikemas lagi, supaya dari tradisi dan entertainment juga dapat. Agar wisatawan luar daerah bisa tertarik ke sini," paparnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Di sisi lain, Telaga Buret juga menjadi salah satu tempat yang menjadi calon Geopark. Namun, secara infrastruktur dan sarana masih perlu diperbaiki kembali.

"Yang perlu dibenahi infrastruktur. Telaga Buret masih kurang spot fasilitas untuk wisatawan," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.