Jumat, 19 Jun 2026 13:22 WIB

Mengenal Siswoyo, Keturunan Kedelapan Pelestari Reyog Kendang Khas Tulungagung

Pewaris kesenian reyog kendang saat mengajar di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pewaris kesenian reyog kendang saat mengajar di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Siswoyo (66) tampak semangat mengajar tari reyog kendang di halaman rumahnya yang berada di Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Tempat ini juga menjadi sanggar bagi kesenian reyog kendang.

Selama puluhan tahun, Siswoyo terlibat aktif dalam pelestarian kesenian ini. Bahkan Siswoyo merupakan keturunan kedelapan keluarga pelestari seni reog kendang.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

 

Di usianya yang sudah tidak muda ini, Siswoyo masih konsisten melestarikan kesenian tersebut. Sejak kecil pria ini telah belajar reog kendang dari bapaknya. Panggung pementasan sudah dilakoninya dari dulu.

Biasanya reog kendang ini dimainkan saat ada hajatan warga seperti pernikahan atau hajatan sunatan.

Siswoyo mengungkapkan, reyog berasal dari kata riyeg yang berarti kaki yang kecapean karena perjalanan jauh. Jadi makna reyog dalam kesenian ini menggambarkan perjalanan jauh dan kaki capek istilahnya sikile riyeg.

"Kalau dulu biasanya reyog kendang dimainkan di acara hajatan seperti pernikahan atau sunatan, bisa juga dimainkan untuk memenuhi nadzar seseorang," ujarnya, Jumat (3/5/2024).

Seni reyog kendang sendiri memiliki sejarah panjang. Dari cerita tutur lisan seni ini merupakan gambaran prajurit yang mengiringi perjalanan Dewi Kilisuci.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Awalnya, tarian ini dimainkan oleh lelaki saja. Namun mulai tahun 80an mengalami perubahan sehingga perempuan bisa ikut menari reyog kendang.

"Dulu sekitar tahun 80an sulit mencari anak laki-laki untuk menarikan reyog kendang, mereka kurang disiplin dalam latihan sehingga penggantinya anak perempuan," tuturnya.

Setelah melalui sejumlah proses, kesenian ini mulai berkembang sekiar tahun 2000an. Reog kendang mulai banyak dipentaskan mewakili Tulungagung di sejumlah event nasional. Beberapa kali reyog kendang juga dimainkan di Istana Negara dan TMII.

Puncaknya, terjadi pada tahun 2015 lalu. Ribuan pelajar SD,SMP dan SMA memecahkan rekor muri menarikan reyog kendang bersama-sama.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Saat itu saya menangis terharu melihat lautan manusia menari reyog kendang, sedih karena dari teman seangkatan yang ikut berjuang melestarikan reog kendang tinggal saya sendiri," ungkapnya.

Kini Siswoyo mulai mewariskan keahlianya kepada anaknya. Siswoyo juga mengaku sudah puas dalam upaya melestarikan kesenian ini.

Siswoyo hanya berpesan kepada penerusnya untuk terus melestarikan reyog kendang. Meskipun saat ini sudah banyak pengembangan kreasi, namun Siswoyo berharap seni reyog kendang yang tradisi atau pakem tidak dihilangkan.

"Boleh dikreasi dikembangkan sesuai perkembangan, namun yang pakem harus tetap ada jangan dihilangkan," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.