Jumat, 19 Jun 2026 22:06 WIB

Jamaah Masjid Aolia Gunung Kidul Rayakan Idul Fitri 5 April, Ini Respons PBNU

Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi. (Foto: dok. jatimnow.com)
Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi. (Foto: dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Jamaah Masjid Padukuhan Panggang, Gunung Kidul, Yogyakarta telah menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah pada Jumat (5/4/2024) kemarin. Mereka berdalih mampu berkomunikasi langsung dengan Allah SWT.

Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi pun mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Ia meminta kejadian serupa menjadi pelajaran dan tidak terjadi lagi dikemudian hari.

Baca Juga: Dukung Transformasi Pesantren, Gus Yahya Apresiasi Inisiatif KH Imam Jazuli

"Izin saya ingin menanggapi fenomena kelompok masyarakat Aolia di Padukuhan Panggang, Gunung Kidul, Yogyakarta. Mereka berhari raya hari Jumat kemarin dengan dalih tokoh panutan mereka berbicara langsung dengan Allah SWT. Ini sungguh memprihatinkan, harus dicegah dan tidak boleh terulang kembali," ujar Gus Fahrur, Sabtu (6/4/2024).

Atas kejadian tersebut Gus Fahrur mengajak seluruh umat Islam khususnya tokoh agama agar beribadah sebagaimana tuntunan (syariat) agama Islam sebagaimana mestinya.

"Kita berharap semua umat Islam khususnya tokoh agama harus beribadah sesuai ajaran agama Islam yang benar, menggunakan ilmu dan akal sehatnya. Tidak boleh mempermainkan ajaran agama Islam dan berdalih telah berbicara langsung dengan Gusti Allah SWT," harapnya.

Sebab, kata Gus Fahrur, agama itu merupakan tuntunan dan ajaran yang berlaku untuk masyarakat umum.

"Maka tidak bisa seseorang secara asal-asalan ngaku sudah komunikasi langsung dengan Gusti Allah. Pengakuan semacam itu tidak sah dan tidak boleh dijadikan dasar tuntunan agama," tegasnya.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Gus Fahrur menjelaskan, dasarnya ibadah dalam Islam harus sesuai tuntunan syariat yang dipahami dengan ilmu-ilmu standar ajaran agama Islam yang sudah jelas dalil-dalilnya dan garis-garisnya. Semua harus ilmiah, rasional dan dapat diuji keabsahannya oleh masyarakat umum.

"Kepada saudara kita masyarakat muslim Padukuhan Panggang, Gunung Kidul, dan masyarakat muslim lainnya dimanapun mereka beradaa. Diimbau untuk mengambil tuntunan agama Islam dari para ulama yang benar dan dapat menjelaskan dan dapat mempertanggungjawabkan ajarannya, sesuai metode nalar syariat Islam yang sah dan telah diterima oleh masyarakat dunia islam secara luas," serunya.

Selain itu, Gus Fahrur juga berpesan kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dan mengikuti ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

"Tidak semestinya masyarakat gampang percaya pada siapa pun yang mengaku punya hubungan khusus dengan Gusti Allah tapi bertindak tanpa ilmu yang berkesesuaian dengan ketentuan-ketentuan syariat Islam, karena Islam adalah agama yang dijalankan berdasarkan ilmu syariat," tandasnya.

Baca Juga: Katib Syuriyah PBNU Kecam Penyergapan Relawan Indonesia oleh IOF

"Masyarakat jangan terkecoh oleh keanehan atau kesaktian individu, Orang yang dapat menghadirkan hal-hal ajaib sekalipun itu tidak berarti dia memiliki keistimewaan dihadapan Gusti Allah SWT. Karena tukang sulap dan tukang sihir juga bisa melakukannya," sambungnya.

Selain itu, Gus Fahrur juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan tidak terkecoh dan tetap berpegang teguh pada ajaran agama Islam sebagaimana yang di ajarkan oleh para ulama.

"Hendaknya diwaspadai bahwa bangsa Jin dan setan juga bisa datang kepada siapa pun dan mengaku-ngaku sebagai Gusti Allah atau malaikat untuk mengajak manusia kepada kesesatan. Benar dan salah seseorang dalam ajaran agama Islam hanya boleh diukur dengan ketentuan-ketentuan syari’at sesuai tuntunan Alquran, hadist, qiyas dan ijma' para ulama," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.