Minggu, 14 Jun 2026 21:53 WIB

Sadis, Hasil Autopsi Mayat Bayi Tanpa Tangan dan Kaki Ungkap Hal ini

Polisi menunjukkan lokasi kejadian ditemukannya mayat bayi tanpa tangan dan kaki di Banyuwangi.
Polisi menunjukkan lokasi kejadian ditemukannya mayat bayi tanpa tangan dan kaki di Banyuwangi.

jatimnow.com - Autopsi mayat bayi tanpa dua tangan dan kaki yang ditemukan di kolam lele warga Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, rampung dilakukan, Rabu (12/9/2018).

Hasilnya, ditemukan banyak jejak kekerasan fisik pada tubuh bayi tersebut.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Mulai dari luka robek, patah tulang hingga bekas sayatan benda tajam.

Bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan 800 gram itu ditemukan dalam kondisi membusuk.

"Luka robek pada kepala belakang melintang dari kiri ke kanan panjang 7x1,5 cm. Terdapat patah tulang tengkorak kepala belakang panjang 1,5 cm tepi rata," ungkap Kapolsek Tegaldlimo, AKP Priyono, membacakan hasil autopsi dokter forensik RSUD Blambangan, kepada jatimnow.com.

Kemudian, lanjut dia, terdapat patah tulang rahang bawah dan bagian dagu terbelah dua bagian kanan dan kiri.

Luka memar pipi kiri 6x3 sentimeter, pipi kanan 5x3 sentimeter.

"Bagian dada dan perut. Kedua tangan kanan dan kiri sudah terpotong mulai pangkal lengan atas kanan dan kiri, terdapat luka robek di bawah ketiak kanan membujur kebawah 7x3 cm," tambahnya.

Ditemukan pula luka robek pada pangkal lengan atas kiri dari atas ke bawah 4x3 sentimeter.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Tali pusat sudah terpotong dengan sisa 1 sentimeter, ujung tali pusat tidak rata.

Juga ada luka robek pangkal paha kanan, tulang paha kanan terpotong dengan sisa panjang 3 sentimeter.

"Dimana ujung tulang yang terpotong tidak rata, tulang paha kiri terpotong dengan sisa panjang 2x0,5 cm tapi potongan tidak rata. Luka robek pangkal paha kiri 4x2 sentimeter. Pada tes apung paru-paru positif (mengapung)," ungkapnya kembali.

Tim dokter forensik membuat kesimpulan, jika usia mayat dari meninggal sampai ditemukan sekira 1 minggu.
Bayi itu lahir prematur dengan perkiraan usia 7-8 bulan kandungan.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Bayi pada waktu dilahirkan sempat menghirup udara. Diduga potongan atau sayatan pada korban karena benda tajam kecil (bukan gergaji/boding/sajam besar lainnya)," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sosok mayat laki-laki ditemukan Slamet (50), di kolam lele miliknya Senin (10/9/2018) pukul 10.00 WIB kemarin.
Awalnya, warga Dusun Pondokasem Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, itu mengira mayat bayi tersebut sebagai boneka.

"Saya kira boneka, ternyata mayat bayi," ujarnya.

Editor : Edwin Fajerial
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.