Jumat, 19 Jun 2026 09:35 WIB

Polisi Buru Orangtua Bayi Tewas Tanpa Tangan dan Kaki di Banyuwangi

Petugas menunjukkan tempat penemuan bayi.
Petugas menunjukkan tempat penemuan bayi.

jatimnow.com - Ada bekas kekerasan berupa sayatan pada mayat bayi tanpa kedua tangan dan kaki yang ditemukan mengapung di kolam lele di Banyuwangi, Senin (10/9/2018).

Jejak kekerasan itu terungkap setelah dilakukan autopsi kepada jasad bayi di RSUD Blambangan. Dimana, tulang tangan dan kaki bayi terpotong secara rapi.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Oleh karena itu, polisi terus memburu para pelaku yang melakukan perbuatan keji itu, termasuk orangtua si bayi malang itu. 

"Kita masih lakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian bayi itu," jelas Kanit Reskrim Polsek Tegaldlimo, Ipda Wignyo Asmoro, kepada jatimnow.com, Senin (10/9/2018).

Baca juga: Mayat Bayi Tanpa Tangan dan Kaki Mengapung di Kolam, Korban Mutilasi?

Selain itu, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan untuk mengungkap tabir dari peristiwa yang menghebohkan warga Dusun Pondokasem, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, tersebut.

"Ada dua saksi yang kita mintai keterangan, yakni Slamet (50) pemilik kolam lele juga orang yang pertama kali melihat mayat bayi itu. Satu lagi Poniran (48), tetangga Slamet," tambahnya.

Baca juga: Mayat Bayi Tanpa Tangan dan Kaki, Polisi: Diduga Ada Tindak Kekerasan

Baca Juga: Kecelakaan di Tulungagung, Satu Penumpang Motor Tewas

Meski belum ada petunjuk secara detail yang mengarah kepada orang yang dicurigai, termasuk orang tua si bayi, namun hal itu bukan menjadi hambatan untuk mengungkap kasus tersebut.

"Saya mohon doanya, semoga segera terungkap kasusnya," pungkasnya.

Baca juga: Polisi Temukan Bekas Sayatan pada Mayat Bayi Tanpa Tangan dan Kaki

Diberitakan sebelumnya, sosok mayat laki-laki ditemukan Slamet (50), di kolam lele miliknya pukul 10.00 WIB, tadi. Awalnya, warga Dusun Pondokasem Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, itu mengira mayat bayi sebagai boneka.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Saya kira boneka, ternyata mayat bayi," ujarnya.

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.