Jumat, 19 Jun 2026 01:51 WIB

Pj Wali Kota Kirab Piala Adipura Keliling Kota Malang, Ini Target Selanjutnya

  • Penulis : Gerhana
  • | Jumat, 08 Mar 2024 16:06 WIB
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menunjukkan Piala Adipura yang baru diraih, di halaman Balai Kota Malang pada Jumat, 8 Maret 2024. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menunjukkan Piala Adipura yang baru diraih, di halaman Balai Kota Malang pada Jumat, 8 Maret 2024. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan lainnya melakukan kirab Piala Adipura, Jumat (8/3/2024).

Rute perjalanan dimulai dari halaman Balai Kota Malang dan berakhir di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Jalan Bingkil Nomor 1, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun.

Baca Juga: Pemkot Malang Pastikan Stok BBM dan Bahan Pokok Aman Jelang Lebaran

Piala Adipura tahun 2023 kategori Kota Besar dikirab mengelilingi Kota Malang menggunakan beberapa kendaraan Jeep Willys. Rute yang dilewati, seperti Jalan Kertanegara, Jalan Trunojoyo, Jalan Ijen, Jalan Besar Ijen dan lainnya. Di beberapa setiap jalan yang dilewati disambut puluhan pelajar.

Sebelumnya, Piala Adipura itu telah diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Alue Dohong, kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, di Jakarta, Selasa, 5 Maret 2024 lalu.

Pemkot Malang tidak berpuas diri meski telah menerima penghargaan tersebut, dan menargetkan kedepannya meraih Adipura Kencana.

Wahyu mengatakan, skor Kota Malang yang diterima dari Penghargaan Adipura ini yakni dengan nilai 84. Sedangkan, untuk meraih Adipura Kencana dibutuhkan skor dengan nilai 85.

"Jadi penjelasan dari Pak Kadis LH (Lingkungan Hidup), kita nilainya Piala Adipura ini kan 84, sedangkan Adipura Kencana itu minimal 85, seperti Surabaya itu 85," kata Wahyu, Jumat (8/3/2024).

Wahyu menjelaskan, bahwa pihaknya telah berusaha melengkapi ketentuan yang ada untuk meraih penghargaan Adipura tingkat tertinggi itu.

"Beberapa ketentuan itu sebetulnya sudah kita lengkapi semua. Mulai dari perkantoran, pendidikan, perdagangan, kemudian komunitas, saluran TPA (tempat pembuangan akhir), semua nilainya kita sudah baik sekali," katanya.

Baca Juga: Kirab Adipura Gresik, Bupati Yani Pimpin Apresiasi untuk Pasukan Kebersihan

Namun, menurutnya, masih diperlukan upaya pengenalan yang lebih kepada masyarakat terkait inovasi-inovasi pengelolaan lingkungan hidup terutama penanganan sampah.

"Kita sebetulnya sudah ada beberapa terobosan dan inovasi-inovasi yang sudah kita lakukan, terutama dari komunitas lingkungan. Hanya dianggap belum oleh masyarakat. Itu pesan dari Kementerian Lingkungan Hidup, kita tinggal memasyarakatkan saja," jelasnya.

Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan penilaian kedepan supaya bisa meraih Adipura Kencana.

Diharapkan, kedepan, seluruh aspek lapisan masyarakat Kota Malang bisa ikut terlibat dalam mengembangkan potensi kebersihan, serta konservasi lingkungan.

Baca Juga: Ecoton Desak Pemkot Malang Selamatkan DAS Brantas dari Sampah

"Melibatkan semua aspek lapisan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan program kebersihan yang melibatkan semua masyarakat sehingga bisa dinyatakan pemerintah beserta dengan masyarakat semua bahu-membahu bisa menjaga kebersihan lingkungan khusus di daerahnya," jelasnya.

Dia juga menyampaikan, bahwa untuk meraih penghargaan Adipura Kencana sesuai aturan yang ada maka harus mendapatkan Piala Adipura sebanyak tiga kali berturut-turut.

Namun, diharapkan juga adanya akselerasi atau percepatan dengan program kegiatan yang dilakukan. Sehingga hal itu dapat mendukung meraih penghargaan Adipura Kencana bisa segera diperoleh secepatnya.

"Untuk itu apa yang kami laporkan kepada pimpinan adalah evaluasi supaya kita bisa menembus Adipura Kencana tanpa harus melalui regulasi mengambil adipura selama tiga kali berturut-turut," katanya. (PRKPM)

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.