Minggu, 07 Jun 2026 06:23 WIB

Ecoton Desak Pemkot Malang Selamatkan DAS Brantas dari Sampah

Ecoton bersama JEJAK dan Komunitas Brantas Mboiz menggelar aksi lingkungan di Sungai Brantas, Kota Malang. (Foto: Ecoton for JatimNow.com)
Ecoton bersama JEJAK dan Komunitas Brantas Mboiz menggelar aksi lingkungan di Sungai Brantas, Kota Malang. (Foto: Ecoton for JatimNow.com)

jatimnow.com - Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) bersama JEJAK (Jaringan Gen Z Jawa Timur Tolak Plastik Sekali Pakai) dan Komunitas Brantas Mboiz menggelar aksi lingkungan di Sungai Brantas, Kota Malang, untuk menyoroti pencemaran yang kian parah. Mereka mendesak Pemkot Malang untuk meningkatkan layanan sampah warga di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

Enam aktivis membentangkan poster bertuliskan pesan-pesan lingkungan, sebagai bentuk pengingat sekaligus protes terhadap Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar segera memperbaiki tata kelola sampah yang selama ini masih berakhir di sungai.

Baca Juga: Pencari Ikan yang Tenggelam di Sungai Brantas Tulungagung Ditemukan Tewas

Aksi ini juga bertujuan mendorong pelaksanaan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait pemulihan Sungai Brantas, guna mencegah tragedi ikan mati massal di Kali Surabaya terulang.

Menurut pantauan Ecoton, kondisi Brantas di wilayah Malang semakin memprihatinkan. Saat curah hujan meningkat, air sungai tampak keruh dan menimbulkan bau amis menyengat. Banyak rumah dan pelaku usaha masih membuang limbah domestik dan sampahnya langsung ke sungai tanpa pengolahan.

Juru Kampanye Komunitas Jejak, Dialan Blak, menegaskan bahwa pencemaran berulang ini merupakan bukti lemahnya pengawasan pemerintah daerah.

"Setiap musim hujan, pencemaran air sungai selalu berulang. Industri memanfaatkan derasnya arus untuk melepas limbah tanpa pengolahan, sementara masyarakat juga masih membuang sampah ke sungai," ujarnya.

Dalam aksinya, Ecoton menyampaikan empat tuntutan utama yang mendesak untuk segera diimplementasikan.

Baca Juga: Warga Tulungagung Hilang saat Berburu Ikan Mabuk di Sungai Brantas

Pertama, mereka meminta Gubernur Jawa Timur untuk segera menindaklanjuti keputusan Mahkamah Agung terkait pemulihan kualitas air Sungai Brantas dan penanganan kasus ikan mati massal yang pernah terjadi.

Kedua, Ecoton mendesak Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur dan Kota Malang untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas industri di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, guna mencegah pembuangan limbah ilegal.

Ketiga, mereka menuntut Pemerintah Kota Malang untuk segera menetapkan Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Wali Kota (Perwali) yang mengatur pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, sebagai upaya mengurangi sampah plastik yang mencemari sungai.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Keempat, Ecoton menekankan perlunya Pemerintah Kota Malang untuk memperbaiki tata kelola dan pelayanan persampahan secara menyeluruh, serta menciptakan kawasan percontohan zero waste di desa-desa yang dilalui oleh Sungai Brantas

Koordinator Ronda Sungai Ecoton, Alaika Rahmatullah, menambahkan bahwa bau amis dan warna keruh di Sungai Brantas merupakan indikator meningkatnya kandungan bahan organik dan kimia berbahaya yang dapat merusak ekosistem sungai serta membahayakan kesehatan warga.

Ecoton berharap pemerintah segera bertindak sebelum pencemaran semakin parah dan mengancam sumber air baku masyarakat.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.