Rabu, 22 Jul 2026 12:41 WIB

Ecoton Desak Pemkot Malang Selamatkan DAS Brantas dari Sampah

Ecoton bersama JEJAK dan Komunitas Brantas Mboiz menggelar aksi lingkungan di Sungai Brantas, Kota Malang. (Foto: Ecoton for JatimNow.com)
Ecoton bersama JEJAK dan Komunitas Brantas Mboiz menggelar aksi lingkungan di Sungai Brantas, Kota Malang. (Foto: Ecoton for JatimNow.com)

jatimnow.com - Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) bersama JEJAK (Jaringan Gen Z Jawa Timur Tolak Plastik Sekali Pakai) dan Komunitas Brantas Mboiz menggelar aksi lingkungan di Sungai Brantas, Kota Malang, untuk menyoroti pencemaran yang kian parah. Mereka mendesak Pemkot Malang untuk meningkatkan layanan sampah warga di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

Enam aktivis membentangkan poster bertuliskan pesan-pesan lingkungan, sebagai bentuk pengingat sekaligus protes terhadap Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar segera memperbaiki tata kelola sampah yang selama ini masih berakhir di sungai.

Baca Juga: Pencarian Pemancing Hilang di Sungai Brantas Tulungagung Dihentikan, Ini Sebabnya

Aksi ini juga bertujuan mendorong pelaksanaan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait pemulihan Sungai Brantas, guna mencegah tragedi ikan mati massal di Kali Surabaya terulang.

Menurut pantauan Ecoton, kondisi Brantas di wilayah Malang semakin memprihatinkan. Saat curah hujan meningkat, air sungai tampak keruh dan menimbulkan bau amis menyengat. Banyak rumah dan pelaku usaha masih membuang limbah domestik dan sampahnya langsung ke sungai tanpa pengolahan.

Juru Kampanye Komunitas Jejak, Dialan Blak, menegaskan bahwa pencemaran berulang ini merupakan bukti lemahnya pengawasan pemerintah daerah.

"Setiap musim hujan, pencemaran air sungai selalu berulang. Industri memanfaatkan derasnya arus untuk melepas limbah tanpa pengolahan, sementara masyarakat juga masih membuang sampah ke sungai," ujarnya.

Dalam aksinya, Ecoton menyampaikan empat tuntutan utama yang mendesak untuk segera diimplementasikan.

Baca Juga: Pamit Memancing, Pria di Tulungagung Hilang Diduga Terseret Arus Sungai Brantas

Pertama, mereka meminta Gubernur Jawa Timur untuk segera menindaklanjuti keputusan Mahkamah Agung terkait pemulihan kualitas air Sungai Brantas dan penanganan kasus ikan mati massal yang pernah terjadi.

Kedua, Ecoton mendesak Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur dan Kota Malang untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas industri di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, guna mencegah pembuangan limbah ilegal.

Ketiga, mereka menuntut Pemerintah Kota Malang untuk segera menetapkan Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Wali Kota (Perwali) yang mengatur pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, sebagai upaya mengurangi sampah plastik yang mencemari sungai.

Baca Juga: Pencari Ikan yang Tenggelam di Sungai Brantas Tulungagung Ditemukan Tewas

Keempat, Ecoton menekankan perlunya Pemerintah Kota Malang untuk memperbaiki tata kelola dan pelayanan persampahan secara menyeluruh, serta menciptakan kawasan percontohan zero waste di desa-desa yang dilalui oleh Sungai Brantas

Koordinator Ronda Sungai Ecoton, Alaika Rahmatullah, menambahkan bahwa bau amis dan warna keruh di Sungai Brantas merupakan indikator meningkatnya kandungan bahan organik dan kimia berbahaya yang dapat merusak ekosistem sungai serta membahayakan kesehatan warga.

Ecoton berharap pemerintah segera bertindak sebelum pencemaran semakin parah dan mengancam sumber air baku masyarakat.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.