Sabtu, 20 Jun 2026 23:36 WIB

Omzet Penjual Apem di Candi Sidoarjo Naik 70 Persen Gegara Megengan

Apem buatan Jumjum warga Sumorame RT 2 RW 2 Kecamatan Candi Sidoarjo. (Foto-foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Apem buatan Jumjum warga Sumorame RT 2 RW 2 Kecamatan Candi Sidoarjo. (Foto-foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tradisi megengan jelang bulan Ramadan, pembuat kue di Sidoarjo banjir orderan. Tak tanggung-tanggung, omzetnya naik hingga 70 persen.

Penjual apem salah satunya adalah Jumjum (43), warga Sumorame RT 2 RW 2 Kecamatan Candi Sidoarjo. Dalam sehari mampu membuat hingga ratusan kue saat menjelang Ramadan.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

"Jelang puasa seharinya 100 apem biasa bisa lebih, harga mulai dari Rp2 ribu, kalau selong Rp3 ribu khusus megengan. Karena 1 resep jadinya 25 buah, jadi minim 25 buah pesannya," ucap Jujum kepada jatimnow.com, Kamis (7/3/2024).

Ia mengaku omzetnya turut naik hingga 70 persen dibanding hari biasa. Ini membuatnya harus menambah tenaga untuk bisa melayani pesanan tersebut.

"Ini selama seminggu akan full orderan ditambah macam kue basah lainnya, untungnya dibantu adik saya. Kalau tidak jelang Ramadan jarang ada pesan apem kecuali untuk syukuran, kenaikan omzet jelang bulan Ramadan sekarang ini hingga 70 persen," imbuhnya.

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

Apem yang paling banyak dipesan putih dan hijau juga rasa nangka dengan bahan-bahan yang terdiri dari tepung beras, fernipam, telur dan santan.

Jumjum yang telah 12 tahun berjualan kue apem membocorkan tips apem yang enak terletak pada santan dan air kelapa.

Baca Juga: Pesta Pernikahan Tradisional di Surabaya Kini Lebih Intim dan Mewah

"Untuk buat apem yang enak, gurih dan lembut dibanyakin santan asli peras dan gunakan air kelapa, terus dipanggang dengan waktu yang pas," tuturnya.

Meski harga bahan pokok naik ia tetap tidak turut menaikan harga apem, hal ini beralasan agar modal tetap dapat diputar meski keuntungan tipis.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.