Selasa, 21 Jul 2026 19:25 WIB

Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

Suasana hangat di 10 Regentstraat, Kota Lama Surabaya, saat pengelola berinteraksi langsung dengan pengunjung dalam pembukaan destinasi kuliner berbasis bangunan bersejarah, Rabu (29/4/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Suasana hangat di 10 Regentstraat, Kota Lama Surabaya, saat pengelola berinteraksi langsung dengan pengunjung dalam pembukaan destinasi kuliner berbasis bangunan bersejarah, Rabu (29/4/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kawasan Kota Lama Surabaya kembali bergerak dengan hadirnya 10 Regentstraat, destinasi kuliner yang menempati bangunan bekas kantor pos di Jalan Rajawali.

Tempat makan tersebut menggabungkan konsep pelestarian bangunan bersejarah dengan sajian kuliner peranakan dan nusantara, membuka peluang baru bagi geliat ekonomi kawasan lama.

Baca Juga: UMKM Kuliner Jatim di IIFEX 2026, Bertahan dan Tumbuh di Tengah Perubahan Zaman

Dibuka pada Rabu malam, 29 April 2026, kehadiran 10 Regentstraat memberi warna berbeda. Pengunjung tak sekadar makan, tetapi diajak menyusuri jejak sejarah kota melalui menu dan suasana ruang yang tetap mempertahankan karakter aslinya.

Direktur 10 Regentstraat, Steffiani Setyadji, menjelaskan nama yang dipilih bukan tanpa alasan. “Nama Regentstraat terlalu penting untuk ditinggalkan. Dahulu kawasan tersebut memang dikenal sebagai jalan utama. Kami menambahkan angka 10 karena lokasinya di Jalan Rajawali Nomor 10 agar mudah diingat,” ujarnya.

Ia menyebut makanan menjadi jembatan untuk menyampaikan cerita lintas budaya. Menu yang disajikan merangkum pengaruh Belanda hingga kekayaan kuliner daerah di Indonesia.

“Kami menghadirkan hidangan seperti bistik lidah dan bitterballen, lalu dipadukan dengan protein lokal seperti ayam dan ikan dengan bumbu Manado hingga siomay Bandung. Pengunjung bisa merasakan warisan budaya dalam satu meja,” kata Steffiani.

Baca Juga: EastFood Indonesia Expo 2026 Dibuka, 180 Peserta Ramaikan Surabaya

Upaya tersebut sejalan dengan dorongan revitalisasi Kota Lama yang selama ini berjalan bertahap.

CEO Pos Bloc Surabaya, Jimmy Saputro, menilai kehadiran destinasi baru menjadi langkah awal untuk menarik pelaku usaha lain masuk ke kawasan bersejarah.

“Gerakan mungkin belum masif, tetapi tempat nyaman dengan makanan berkualitas bisa menjadi pemicu. Bangunan berusia ratusan tahun perlu dijaga. Kalau bukan kita, siapa lagi,” ucapnya.

Baca Juga: Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

Ia menambahkan, renovasi dilakukan seminimal mungkin demi menjaga keaslian arsitektur. Struktur utama tetap dipertahankan, sementara penambahan hanya dilakukan pada pencahayaan agar bangunan lebih hidup tanpa mengubah karakter awalnya.

10 Regentstraat berada di bawah naungan Happy Puppy Group, yang juga dikenal lewat restoran Tutto Bono. Kehadiran unit usaha baru tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi pemanfaatan bangunan tua lainnya.

Jika langkah serupa terus bermunculan, Kota Lama Surabaya berpotensi berubah menjadi pusat gaya hidup yang tak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjaga ingatan kolektif kota.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.