Rabu, 17 Jun 2026 21:33 WIB

Menelaah Pesan Blacius Subono usai jadi Semar di Kampanye Ganjar-Mahfud

Ganjar bersama keluarga usai kampanye di Surakarta (foto: Mandri for jatimnow.com)
Ganjar bersama keluarga usai kampanye di Surakarta (foto: Mandri for jatimnow.com)

jatimnow.com - Blacius Subono maestro seniman asal Surakarta, meninggal dunia seusai pentas dalam kampanye pamungkas calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, di Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Pada pentas itu, ia berperan menjadi Semar yang memberikan sejumlah wejangan kepada pasangan Ganjar-Mahfud.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

Menurut pengamat budaya Univesitas Airlangga (Unair) Surabaya, Puji Karyanto, secara umum Semar dianggap sebagai salah satu dayang tanah Jawa. Selain itu, Semar menggambarkan sosok rakyat yang jujur dan bijaksana

"Banyak sekali ajaran agama yang sebenarnya ajaran klasik Jawa, tapi kemudian Disemarkan, seperti ojok dumeh, memayu hayuning bawono (menyatu, membuat dunia menjadi indah)," ujar Puji saat dimintai tanggapannya, Sabtu (10/2/2023) malam.

Blacius Subono maestro seniman asal Surakarta.Blacius Subono maestro seniman asal Surakarta.

Dia menjelaskan, ketika Blacius Subono mengungkap hal itu pada saat kampanye Ganjar, seperti Hasto Broto atau profil pemimpin yang ideal.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Laporkan Dugaan Hilangnya Aset Budaya ke Polisi

Semar selalu mengingatkan agar jangan lupa bahwa tuan dari seorang kepala negara adalah rakyat. Jabatan yang dipegang merupakan mandat dari rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.

"Saya tidak tahu, apakah itu dalam konteks penyampaian harapan beliau ke pasangan Ganjar-Mahfud. Tapi pemimpin yang secara ideal itu memiliki ciri-ciri kepemimpinan Hasto Broto, mamayu hayuning bawono kan begitu toh," sambung dosen FIB Unair tersebut.

Namun, jika itu diucapkan oleh pendukung pasangan Ganjar-Mahfud, relasinya adalah Paslon tersebut diharapkan menjadi pemimpi seperti memayu hayuning bawono, yakni menyatukan semuanya, menjadi dunia semakin indah.

Baca Juga: Polemik DKS Memanas, Seniman Surabaya Turun ke Jalan

"Semar ingin paslon tertentu (Ganjar - Mahfud) diharapkan menjadi pemimpin seperti memayu hayuning bawono,"pungkas Puji Karyanto.

Sepeti diketahui, seniman Bawono merupakan pendukung pasangan Ganjar-Mahfud ambruk lemas setelah tampil memainkan lakon wayang orang berdurasi pendek di hadapan Ganjar dan Mahfud, di depan Balai Kota Surakarta.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.