Sabtu, 06 Jun 2026 16:58 WIB

Polemik DKS Memanas, Seniman Surabaya Turun ke Jalan

Seniman, aktivis budaya, mahasiswa hingga kelompok masyarakat sipil, turun ke jalan pada Senin (11/5/2026). (Foto: Bonang for jatimnow.com)
Seniman, aktivis budaya, mahasiswa hingga kelompok masyarakat sipil, turun ke jalan pada Senin (11/5/2026). (Foto: Bonang for jatimnow.com)

jatimnow.com - Gelombang protes dari publik kesenian menguat setelah muncul upaya pengosongan ruang sekretariat dan galeri Dewan Kesenian Surabaya di kawasan Balai Pemuda. Seniman, aktivis budaya, mahasiswa hingga kelompok masyarakat sipil, turun ke jalan pada Senin (11/5/2026) untuk menyuarakan penolakan terhadap kebijakan tersebut.

Aksi solidaritas akan digelar di Balai Kota Surabaya dengan membawa isu besar soal penyalahgunaan kewenangan dan ancaman terhadap ruang kebudayaan kota.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Laporkan Dugaan Hilangnya Aset Budaya ke Polisi

Bagi kalangan seniman, polemik tersebut bukan sekadar persoalan administrasi gedung. Mereka menilai Balai Pemuda dan Dewan Kesenian Surabaya merupakan bagian penting sejarah peradaban kota yang telah hidup selama puluhan tahun.

“Ruang kesenian bukan sekadar gedung, melainkan ruang ingatan kolektif dan ruang tumbuhnya peradaban kota,” demikian isi pernyataan sikap massa aksi.

Aksi itu melibatkan berbagai elemen, mulai dari pegiat budaya, penghayat kepercayaan, akademisi, mahasiswa, komunitas kreatif, serikat buruh, hingga organisasi masyarakat sipil seperti LBH Surabaya, Taruna Merah Putih, dan GMNI Surabaya Raya.

Koordinator lapangan aksi, Taufik Monyong, menyebut langkah pengosongan DKS dipandang melukai sejarah panjang ekosistem seni di Surabaya.

Sejak berdiri pada 1 Oktober 1971, Dewan Kesenian Surabaya dan Balai Pemuda disebut menjadi ruang lahirnya banyak seniman, musisi, sastrawan, pelukis hingga pekerja budaya yang membentuk identitas kota.

Karena itu, massa aksi menilai keputusan pengosongan ruang melalui kebijakan administratif dianggap tidak memahami dinamika dan nilai historis kebudayaan yang berkembang di tempat tersebut.

Selain mempersoalkan pengosongan ruang, publik kesenian juga menyoroti dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat pelaksana tugas atau Plt.

Baca Juga: Menata Kebudayaan dengan Helm Proyek atau Tikar Musyawarah?

Mereka menilai jabatan Plt seharusnya bersifat terbatas dan administratif, bukan mengambil keputusan strategis yang berdampak terhadap keberlangsungan lembaga kebudayaan.

Massa aksi turut mengingatkan agar aparat pemerintah tidak menggunakan pendekatan represif terhadap aktivitas kesenian di Balai Pemuda Surabaya.

“Negara hukum tidak boleh berdiri di atas tafsir kekuasaan yang sempit,” tulis pernyataan tersebut.

Dalam tuntutannya, massa mendesak Wali Kota Surabaya mencopot Heri Purwadi dari jabatan Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata.

Baca Juga: Bukan Pengosongan, Ketika Para Tokoh Berpikir Tentang Ibu Kota Provinsi Jatim

Mereka juga meminta ruang sekretariat dan galeri DKS dikembalikan kepada para seniman beserta legitimasi administratif penggunaannya.

Tak hanya itu, massa menuntut Balai Pemuda dikembalikan pada spirit awal sebagai ruang publik kepemudaan dan kebudayaan, bukan semata-mata objek pendapatan asli daerah (PAD).

Bagi komunitas seni Surabaya, Balai Pemuda dianggap sebagai rumah bersama warga kota. Tempat tersebut dinilai memiliki nilai historis yang tidak bisa dipisahkan dari perjalanan kesenian Surabaya.

“Apakah Surabaya masih memberi tempat terhormat bagi para seniman berpikir merdeka atau justru membiarkan birokrasi menentukan siapa yang berhak berkesenian di Balai Pemuda,” bunyi seruan aksi.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.