Jumat, 19 Jun 2026 23:55 WIB

Kelenteng Tjong Hok Kiong Sidoarjo Bersihkan Rupang saat Dewa Naik ke Nirwana

Proses membersihkan rupang di Kelenteng Tjong Hok Kiong. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Proses membersihkan rupang di Kelenteng Tjong Hok Kiong. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Serangkaian persiapan dilakukan pengurus Kelenteng Tjong Hok Kiong Sidoarjo jelang Tahun Baru Imlek 2024. Salah satunya, membersihkan rupang alias patung dewa.

Kelenteng Tjong Hok Kiong berdiri sejak tahun 1863 dan menjadi kelenteng tertua di Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Wakil Ketua Kelenteng Tjong Hok Kiong, Dewi Siwa mengatakan, penataan dan pembersihan patung dewa dan altar adalah agenda wajib yang dilakukan jelang perayaan Tahun Baru Imlek.

"Pembersihan patung dewa dan altar ini memang dilakukan seminggu jelang perayaan Tahun Baru Imlek," terang Dewi, Senin (5/2/2024).

Ia melanjutkan bahwa, umat Konghucu menyakini jika sepekan sebelum Imlek merupakan waktu yang tepat untuk membersihkan altar dan patung dewa-dewa.

"Dewa dan dewi naik ke nirwana seminggu sebelum Hari Raya Tahun Baru Imlek. Oleh karena itu, ratusan rupang tersebut dalam keadaan kosong, jadi bisa untuk dibersihkan atau dicuci dan juga diganti bajunya," jelasnya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa dewa-dewa akan kembali ke patung atau rupangnya tersebut dalam kondisi yang bersih.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Tuan rumah kelenteng tersebut adalah Dewi YM Macho Thian Siang Seng Bo dikenal sebagai Dewi Laut," tegasnya.

Dalam agenda pembersihan patung di Klenteng Tjong Hok Kiong Sidoarjo, pengurus dan umat Konghucu lainnya berbagi tugas.

"Ada yang buat air kembang untuk cuciannya, sebagian lagi bertugas untuk mengelap altar, jadi intinya kami di sini saling bagi tugas," tuturnya.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Rangkaian ritual cuci rupang atau patung dewa disampaikan Dewi juga sebagai refleksi umat Konghucu untuk membersihkan diri dan jiwa.

Mengenai perayaan Imlek di tahun Shio Naga, ia menekankan bahwa perayaan Imlek akan sedikit berkurang, hal ini karena bersamaan dengan masa tenang Pemilu 2024.

"Perayaan petasan dan pementasan budaya akan ditunda hingga masa tenang jelang Pemilu 2024 berakhir. Walau begitu, pihaknya akan tetap merayakan Imlek dengan penuh hikmat dan suka cita," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.