Jumat, 19 Jun 2026 17:34 WIB

Remaja Tulungagung Tewas di Tepi Jalan demi Cita-citanya

Polisi saat mengevakuasi jenazah AS pelajar Tulungagung di pinggir jalan. (Foto: Dok. Polres Tulungagung)
Polisi saat mengevakuasi jenazah AS pelajar Tulungagung di pinggir jalan. (Foto: Dok. Polres Tulungagung)

jatimnow.com - Penyebab kematian AS (19), remaja asal Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung terungkap. Polisi memastikan korban meninggal bukan karena tindak kekerasan.

Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Mujiatno mengatakan berdasarkan hasil visum korban dipastikan tewas bukan karena kekerasan. Siswa kelas XII di SMA negeri ini diduga meninggal karena sesak nafas saat melakukan rutinintas lari pagi.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Sudah dilakukan visum luar terhadap jasad korban, kesimpulannya tidak ada tanda-tanda kekerasan," ujar Mujiatno, Minggu (21/01/2024).

Berdasarkan keterangan keluarga dan warga yang ada di sekitar lokasi kejadian, korban diketahui memiliki kebuasaan olahraga lari setiap pagi. Hal ini berkaitan dengan cita-cita korban yang ingin mendaftar menjadi anggota polisi atau TNI usai lulus sekolah tahun ini. Polisi menduga pada saat olah raga terjadi gangguan kesehatan, sehingga korban meninggal di lokasi kejadian.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Ada kemungkinan sesak napas, tapi kami tidak bisa memastikan karena sakit apa, karena tidak dilakukan autopsi. Tapi yang jelas korban meninggal bukan karena kekerasan," terangnya.

Dari hasil visum, akhirnya polisi memilih tidak melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Polisi sudah menyerakan jenazah korban ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sebelumnya, korban ditemukan dalam kondisi tengkurap di tepi jalan pada Sabtu (20/1/2024) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat diperiksa ternyata denyut nadi korban sudah tidak terasa. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.