Jumat, 19 Jun 2026 02:40 WIB

2 PSK Online asal Bekasi dan Tegal Nekat Cari Pelanggan di Pamekasan, Gawat!

PSK yang diamankan di Pamekasan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
PSK yang diamankan di Pamekasan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Satuan Polisi Pamong Praja dan pemadam kebakaran (Satpol-PP dan Damkar) Pamekasan berhasil mengamankan 2 pekerja seks komersial (PSK). Keduanya merupakan perempuan asal luar Madura.

Kasatpol PP Pamekasan, Yusuf Wibiseno mengatakan keduanya yakni NH(30) asal Bekasi dan SS (24) asal Tegal. Mereka diketahui baru tiba di Pamekasan pada Minggu (14/1/2024) lalu.

Baca Juga: BKPSDM Tulungagung Periksa Anggota Satpol PP yang Berjaga di Kantor Disbudpar

"Mereka baru beberapa hari di sini. Semuanya dari luar Madura," ujarnya, Selasa (16/1/2024).

Ia juga mengatakan, mereka ke Pamekasan berniat menjajakan diri. Bermodalkan aplikasi MiChat mereka beraksi mencari pria hidung belang di Kota Gerbang Salam tersebut.

"Iya betul mereka menggunakan aplikasi tersebut," imbuhnya.

Bahkan, mereka diamankan saat sedang asyik melayani pelanggannya di sebuah penginapan di Jalan Tlanakan, Pamekasan. Kini mereka sudah diamankan petugas dan hendak dikembalikan ke rumah masing-masing.

Baca Juga: Belasan Reklame Rokok Ilegal Dicopot Satpol PP Tulungagung

"Kami data lalu membuat pernyataan agar tak mengulangi lagi dan kami berikan pembinaan. Setelah itu akan kami kembalikan ke rumah masing-masing," jelasnya.

Dalam melancarkan aksinya, mereka menawarkan diri dengan tarif berbeda. Tarif yang mereka patok mulai Rp300 ribu hingga Rp800 ribu untuk satu kali kencan.

"Untuk NH sudah mendapatkan satu pelanggan sedangkan SS sudah mendapat pelanggan tiga kali," pungkasnya.

Baca Juga: Balai Pemuda, Surat Pengosongan, dan Teori Pintu Terbuka

Diketahui, kedua PSK tersebut telah melanggar Perda No 5 tahun 2001 tentang larangan dan pencegahan asusila.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.