Sabtu, 20 Jun 2026 10:08 WIB

5.000 Sertifikat Tanah Warga Jatim Dibagikan Presiden Jokowi di Sidoarjo

Jokowi saat membagikan sertifikat tanah wakaf di Masjid Agung Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Jokowi saat membagikan sertifikat tanah wakaf di Masjid Agung Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Usai melakukan kunjungan di Maspion 1 Sidoarjo, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto menyerahkan ribuan sertifikat tanah bagi warga Jawa Timur (Jatim) di GOR Delta Sidoarjo, Rabu (27/12/2023).

Sertifikat yang diserahkan ini berupa sertifikat tanah hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), redistribusi tanah, dan sertifikat tanah wakaf.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

Untuk sertifikat hasil PTSL dan redistribusi tanah diserahkan di GOR Delta Sidoarjo. Tak kurang dari 4.000 warga dari berbagai kabupaten/kota di Jatim hadir untuk semenerima sertifikat ini. 3.200 warga di antaranya, hadir sebagai penerima sertifikat tanah dari program PTSL dan 800 orang penerima sertifikat redistribusi tanah.

Di lokasi tersebut, sertifikat dibagikan secara langsung oleh Presiden Jokowi kepada 12 orang perwakilan penerima.

Sementara 1.000 sertifikat lainnya, berupa sertifikat tanah wakaf dari berbagai kabupaten/ kota di Jawa Timur dibagikan di lokasi berbeda, yakni Masjid Agung Sidoarjo.

"Progres pendaftaran tanah di Indonesia sendiri, dari total target 126 juta bidang tanah, sejauh ini telah terdaftar 110 juta bidang tanah, di mana sebanyak 90,1 juta bidang tanah di antaranya telah bersertifikat," terang Jokowi, Rabu (27/12/2023).

Untuk Jawa Timur, lanjut Jokowi, dari estimasi jumlah seluruh bidang tanah 19,9 juta bidang, 16,5 juta di antaranya sudah terdaftar dan tersisa 3,4 juta bidang tanah yang belum terdaftar.

"Dari pendaftaran tanah tersebut, terdapat penambahan nilai ekonomi. Sejak dilaksanakan pada tahun 2017, penambahan nilai ekonomi dari hasil sertifikasi tanah mencapai Rp6.066,7 triliun dan 96�redar di masyarakat melalui Hak Tanggungan," imbuh Presiden Jokowi.

"Khusus untuk penambahan nilai ekonomi di Jawa Timur tahun 2022 saja mencapai Rp116,6 triliun dan 95�redar di masyarakat melalui Hak Tanggungan," tambahnya

Baca Juga: Kantor Pertanahan Tulungagung Targetkan Terbitkan 20 Ribu Sertifikat PTSL

Sertifikat redistribusi tanah yang diserahkan ini, merupakan hasil dari pelepasan kawasan hutan, eks perkebunan, dan tanah negara lainnya yang berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur.

"Semua sertifikat yang keluar adalah tanda bukti hukum, artinya jika ada sengketa dibawa ke pengadilan jelas punya tanda hukum jelas atas hak milik," terang Presiden Joko Widodo.

Ia melanjutkan bahwa hal ini adalah bagian usaha untuk mempercepat pembuatan sertifikat tanah sehingga ke depan bila ada permasalahan dapat diselesaikan secepatnya.

"Sertifikat ini adalah hasil kerja keras mati-matian segala pihak sebagai peredam konflik dan sengketa lahan, tanda bukti hak atas tanah yang patut kita bersyukur," tuturnya.

Baca Juga: 178 Bidang Tanah di Tulungagung Tak Bisa Sertifikasi Wakaf, Ini Penyebabnya

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa program PTSL dilaksanakan hingga permasalahan tanah selesai.

"Program PTSL terus dilaksanakan sampai permasalahan tanah selesai. Jawa Timur luar biasa untuk tanah wakaf cepat sekali, langsung menghubungi wilayah masing-masing," ungkapnya.

Ia menambahkan, tidak hanya permasalahan tanah seperti SK biru maupun PTSL yang belum selesai, namun segala permasalahan seperti mafia tanah yang menipu masyarakat juga harus segera dilaporkan kepada Kepolisian atau instansi terkait.

"Segera laporkan di kepolisian ataupun pusat, telpon saya," tutupnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.