Rabu, 10 Jun 2026 14:01 WIB

Dari Kampung Kumuh Disulap Menjadi Miniatur Banyuwangi

Salah satu spot bergambar biota laut 3 dimensi di Kampung Kaempuan/ Foto: Hafiluddin Ahmad
Salah satu spot bergambar biota laut 3 dimensi di Kampung Kaempuan/ Foto: Hafiluddin Ahmad

jatimnow.com – Sebuah proses perubahan secara berangsur-angsur terjadi di Dusun Kaempuan, Kelurahan Panderejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi.

Semula, kampung tersebut hingga tahun 2014 mendapatkan predikat kampung dengan lingkungan kumuh.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Tetapi, perubahan yang dilakukan membuat kampung di pusat kota itu terlihat berbeda. Apalagi ada warna-warni dengan berbagai mural, lukisan, dan taman-taman kecil disetiap sudut tembok rumah warga.

Untuk menuju kampung yang berjarak sekitar 1 km dari Kantor Pemkab Banyuwangi, pengunjung dapat menggunakan jalur dari perempatan Taman Sritanjung ke arah Simpang Lima. Tepat di Jalan PB Soedirman atau sekitar 50 meter kiri jalan dari Taman Sritanjung.

Saat ditemui di lokasi, Andreas Ragil (30) salah seorang pendamping di kampung itu mengakui, bahwa dulu di sekitar kawasan tersebut terlihat kotor dan kumuh. Hal itu lah, yang kemudian menjadi otokritik sebagian masyarakat.

Sekitar 4 orang, diantaranya yang akrab disapa Agus Mural, Om Sukir, Pak Hanis dan dirinya berkeinginan untuk merubah potret kampungnya.

“Sekarang saat masuk kampung ini, akan disambut dengan tulisan Kampung Lukis Kaempuan. Lukisan pertama, ada gambar seorang empu yang diambil dari nama dusun tersebut. Gambar kedua, lukisan perang Puputan Bayu yang pernah terjadi di Bumi Blambangan,” ungkapnya memulai sesi wawancara, Rabu (5/9/2018).

Awalnya atau sekitar 3 tahun yang lalu, masyarakat terkesan acuh terhadap ide menjadikan kampung tersebut bersih, asri, dan sedap dipandang.

Lambat laun, progres yang terjadi atau sejak Februari 2018, sebagian masyarakat mulai tergugah dan menerima ide menjadikan kampung tersebut bak miniatur Banyuwangi.

“Ada lukisan tentang pahlawan, pantai, biota laut, mural, hingga gambar 3 dimensi di tembok-tembok rumah, taman kecil di setiap rumah warga. Ada juga kesenian di Banyuwangi yang dipentaskan setiap momen Agustusan,” cetus Ragil.

“Bagian mural ada mas Agus, Om Sukir, dan Pak Hanis yang bagian penataan taman. Semuanya dilakukan secara swadaya,” imbuhnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Saat malam hari, lanjutnya, pengunjung akan dimanjakan oleh kerlap-kerlip lampu hias yang berwarna-warni. Hal itu, menjadikan kampungnya terlihat eksotis.

“Desainernya mbak Rima Agustina yang menggunakan bahan daur ulang. Kalau malam anda ke sini biar bisa melihat sendiri,” katanya menawarkan.

Salah seorang warga, Didik Sunardi (55) mengaku senang dan bangga melihat perubahan kampungnya seperti saat ini.

“Senang mas, bangga karena sekarang banyak dikunjungi. Pak Camat pernah kesini, Bupati Anas pernah kesini, turis-turis juga sambil foto-foto (selfie),” katanya.

Ragil menambahkan, hingga hari ini masih ada spot yang masih dalam tahap pembangunan, seperti joglo, tempat kumpul, dan beberapa tembok warga yang masih polos.

“Yang awalnya menolak, sekarang justru mayoritas warga bersedia untuk kerja bakti, menyumbang, hingga menyuguhkan makanan atau minuman,” paparnya.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Ragil juga mengaku, bahwa perubahan yang dilakukan merupakan hasil partisipasi dan dukungan seluruh masyarakat.

“Mulai anak-anak kecil di sini, ibu-ibu hingga bapak-bapak semua saling gotong royong. Semua berpartisipasi menjadikan tempat kami “Kampung Miniatur Banyuwangi,” tutupnya.

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Redaktur
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.