Selasa, 16 Jun 2026 04:06 WIB

Cara Memasak Salmon Kecombrang ala Swiss-Belinn Hotel Juanda Sidoarjo

Salmon Kecombrang. (Foto-foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Salmon Kecombrang. (Foto-foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jelang perayaan Tahun Baru 2024, Swiss-Belinn Hotel Juanda Sidoarjo melaunching menu baru, salmon kecombrang.

Sunari, Executive Chef Swiss-Belinn Hotel Juanda menyampaikan bahwa menu baru salmon kecombrang, terinspirasi dari menu salmon coulibiac.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

"Jadi salmon digulung pakai puff pastry dalamnya dikasih nasi, jamur, bayam lebih ke western food, cuma kita buat dengan pendamping sambal kecombrang. Perpaduan western dan tradisional untuk tahun baru," ungkapnya, Rabu (20/12/2023).

Sunari menyampaikan cara pembuatan salmon kecombrang.

"Puff pastry mentah matang dibake, digulung setelah matang. Pertama puff pastry paling bawah untuk menggulung, setelah itu nasi, salmon fresh, serta lainnya baru ditumpuk atau digulung lagi dengan puff pastry, oles kuning telur agar golden brown dan terakhir dipanggang dalam keadaan suhu 170 derajat selama kurang lebih 40 menit," jelas Sunari.

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

"Untuk sambal kecombrang hampir mirip dengan sambal matah atau dabu-dabu, kita pakai bawang merah slice, cabai merah, cabai hijau potong-potong terus pakai kecombrang bagian dalamnya. Bagian bunga kita rajang, potongan tomat hijau, terus dikasih garam merica perasan lemon sedikit, dirajang terus kita masak," imbuhnya.

Dalam pembuatan sambal kecombrang yang lezat, Sunari membocorkan bahan serta teknik dalam memasaknya.

"Rahasianya, saat ditumis setelah itu ditambahkan campuran daging kepiting. Jika biasa di otentiknya menggunakan ikan baung, karakternya mirip ikan kakap dan kepiting," ujarnya.

Baca Juga: Pesta Pernikahan Tradisional di Surabaya Kini Lebih Intim dan Mewah

"Kalau tips mendapatkan aroma khas kecombrang agar tetap harum saat dimasak adalah jangan terlalu dipanaskan terlalu lama, karena akan mengurangi aroma harum yang khas pada kecombrang," tuturnya.

Kecombrang selain memiliki aroma harum yang khas, juga mempunyai banyak manfaat. Antara lain sebagai antikanker, meredakan panas dalam, mencegah peradangan, mencegah sakit kronis, mengontrol produksi asam urat dan gula darah.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.