Jumat, 19 Jun 2026 21:12 WIB

Rumah Dijual Anak, Pensiunan ASN Bangkalan Telantar di Belakang SGB

Dua pensiunan ASN yang hidup telantar di Bangkalan. (Foto: Dinsos Bangkalan for jatimnow.com)
Dua pensiunan ASN yang hidup telantar di Bangkalan. (Foto: Dinsos Bangkalan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Nasib malang dialami oleh seorang pensiunan aparatur sipil negara (ASN) di Bangkalan bernama Muhammad Hafid bersama istrinya, Masfufah. Di usia senja kedua lansia ini hidup telantar setelah rumah mereka dijual oleh anaknya.

Keduanya merupakan warga Jalan Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Tonjung, Bangkalan.

Baca Juga: Dinas Sosial Tulungagung Salurkan Bansos Kemensos RI ke Ratusan Masyarakat

Kepala Dinas Sosial, Wibagio Suharta mengatakan pihaknya melakukan evakuasi terhadap kedua lansia ini. Mereka membawanya ke rumah singgah milik Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

"Dua lansia tersebut sudah kami evakuasi ke rumah singgah," ujarnya, Kamis (23/11/2023).

Ia mengatakan, kedua lansia itu ditemukan di emperan rumah kos yang berada di belakang Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Semula, Hafid bersama istrinya menyewa rumah kos tersebut. Namun, karena tak memiliki uang lagi untuk membayar rumah kos itu, keduanya harus keluar.

Kondisi keduanya yang tak memiliki uang membuat mereka terpaksa tinggal di emperan kos.

Baca Juga: Bayi yang Ditemukan Warga Tulungagung Akan Dikirim ke Sidoarjo

Wibagio mengatakan, Hafid merupakan pensiunan ASN dan istrinya pensiunan guru honorer. Saat ini kondisi Hafid kesulitan berjalan karena pernah mengalami stroke. Sedangkan istrinya saat ini terbaring sakit.

"Untuk suaminya pensiunan ASN dan istrinya dulu guru honorer. Kondisi keduanya juga sedang tidak sehat," imbuhnya.

Ia mengatakan, dalam tiga hari kedepan dua lansia ini akan menempati rumah singgah. Setelah itu, pihak Dinsos akan menyewakan rumah kos sementara untuk keduanya sembari menunggu respons dari pihak keluarga.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

Diketahui, sebelum menempati rumah kos itu Hafid dan istrinya memiliki rumah dan mobil. Keduanya hidup berkecukupan. Namun, anak tiri Hafid kerap bermasalah dengan hukum akibat terlibat kasus narkoba. Hal itu membuat Hafid harus menjual hartanya untuk kebutuhan anak tirinya tersebut.

"Dulu mereka punya rumah tapi dijual oleh anaknya," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.