Jumat, 19 Jun 2026 17:50 WIB

World Children's Day, Orang Tua Sudah Tahu Hak-hak Anak?

Didi Dyan (kerudung merah) praktisi anak Sidoarjo (Foto: Didi for jatimnow.com)
Didi Dyan (kerudung merah) praktisi anak Sidoarjo (Foto: Didi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Didi Dyan, praktisi anak di Sidoarjo menyampaikan Hari Anak Sedunia 2023 diperingati setiap 20 November sebagai pemahaman, penyampaian juga perjuangan kepada khalayak atas kesetaraan hak anak.

Didi Dyan menjabarkan macam-macam hak anak yang harus diperjuangkan. Antara lain hak kesetaraan untuk anak, tidak ada perbedaan gender, tidak ada perbedaan tingkat sosial ekonomi, tidak ada pembulian di segala tempat atau situasi baik dari intern atau ekstern.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Anggota Forum Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) Jawa Timur ini melanjutkan, semua anak berhak mendapat sikap yang baik, cinta dan kasih sayang seutuhnya kebahagiaan, kehidupan layak, perlakuan dan kesempatan untuk merdeka, bergerak, berkreasi, berkarya dan ber bahagia yang sama.

"Serta harus mendapat gizi yang mencukupi demi mencegah stunting," kata Didi, Senin (20/11/2023).

Selain itu ia juga mengungkap 2 faktor penyenan kekerasan pada anak masih marak.

"Untuk kasus kekerasan pada anak diperlukan dua faktor pendukung dalam menyelesaikannya. Pertama faktor intern keluarga dan kedua adalah faktor ekstern lingkungan luar selain keluarga," terangnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Menurut penjelasan Didi, faktor intern keluarga adalah dengan adanya keterbukaan antara orang tua dan anak, cinta kasih dan kepedulian yang tinggi untuk saling memahami di dalam keluarga.

"Salah satunya mengurangi kemarahan dan emosi bila melihat kekurangan atau kesalahan pada anak-anak, wajib bertanya dahulu, melihat sebab dan akibat, serta menyelesaikannya dengan damai," ungkapnya.

Kekerasan bisa dicegah atau dikurangi dengan saling menjaga sikap, saling respect, perhatian juga menjaga adab dan budaya, hubungan yang baik, tidak berkata kasar, tidak egois dalam berpendapat.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Juga saling memaafkan dan bisa diajak bekerja sama dengan baik di lingkungan luar keluarga," tegas anggota Yayasan Kesejateraan Anak Indonesia (YKAI) Jawa Timur ini.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.