Senin, 22 Jun 2026 13:30 WIB

Mengenal Sejarah Jembatan Pelor, Salah Satu Akses Alternatif Tersibuk di Kota Malang

  • Penulis : Gerhana
  • | Rabu, 01 Nov 2023 09:26 WIB
Beberapa kendaraan sepeda motor melewati Jembatan Pelor di Kota Malang, Jawa Timur.
Beberapa kendaraan sepeda motor melewati Jembatan Pelor di Kota Malang, Jawa Timur.

jatimnow.com - Jembatan Pelor di Kota Malang, Jawa Timur, menjadi salah satu akses jalan tersibuk. Setiap pagi dan sore nampak padatnya lalu lalang kendaraan roda dua yang melewati jalan penghubung antara Kelurahan Samaan dan Kelurahan Oro-oro Dowo itu.

Sekilas, Jembatan Pelor memiliki nama yang unik. Keberadaan akses jalan alternatif tersebut memiliki jejak sejarah sebagai jalur rel lori atau kereta pengangkut tebu.

Baca Juga: Massa Aksi Dukung MBG di Malang Panen Hadiah, dari Sayuran hingga Kulkas

Hal itu diungkapkan oleh Pemerhati Budaya dan Sejarah Kota Malang, Agung Buana.

"Dibangunnya sekitar 1900 awal, dulu untuk kebutuhan mengangkut hasil tebu, jadi dulu tidak menggunakan truk, tetapi kereta lori. Sehingga, dibuat jalur rel lori, termasuk Jembatan Pelor, penghubung kawasan sisi utara dan selatan, menghubungkan ladang tebu menuju pabrik," kata Agung Buana pada Rabu (1/11/2023).

Dulu, keberadaan jalur rel lori ini di tepi ladang tebu. Saat itu, terdapat perkebunan tebu di daerah Malang Utara seperti Tunjung Sekar, Singosari, termasuk Kelurahan Samaan dan sekitarnya.

"Bisa dicek juga, jalurnya masih ada, dari arah utara menuju jalan bunga-bunga, Jalan Mawar, masuk ke daerah Samaan juga," katanya.

Agung mengatakan, sebenarnya ada dua Jembatan Pelor, yakni di sisi utara, dan satunya berada di selatan. Namun, untuk saat ini, hanya tersisa Jembatan Pelor di sisi utara. Sedangkan, jembatan di sisi selatan sudah tidak ada lagi bangunannya.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Dulu jembatan ini terdiri ada dua. Pertama, melintasi Sungai Brantas. Kedua, di sisi selatan melintasi Jalan Brigjend Slamet Riyadi. Yang sisi selatan sudah tidak ada lagi bentuknya, sekarang sudah menjadi masjid," katanya.

Agung juga tidak tahu persis sejak kapan Jembatan Pelor tersebut mulai beralihfungsi dari rel lori menjadi jalur alternatif untuk sepeda motor. Namun, dia menduga, bahwa perubahan fungsi itu terjadi antara tahun 1950 hingga 1957.

"Saat itu, kereta lori di perusahaan gula di Malang sudah tidak lagi ke arah utara, jadi diarahkan ke arah selatan, karena ladang tebu di area utara sudah menjadi permukiman warga," katanya.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Agung juga tidak tahu pasti alasan mengapa akses tersebut sering disebut masyarakat sebagai Jembatan Pelor.

"Mungkin plesetan dari rel lori. Jadi disebutnya Jembatan Pelor. Untuk memudahkan. Entah kenapa orang-orang menyebutnya seperti itu," katanya.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.

Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

Dua pengendara motor tewas tenggelam usai tercebur ke Waduk Kalimati, Prambon, Sidoarjo. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad keduanya pada Senin dini hari.