Senin, 22 Jun 2026 22:58 WIB

Massa Aksi Dukung MBG di Malang Panen Hadiah, dari Sayuran hingga Kulkas

Aksi Aliansi Masyarakat Pendukung MBG di Bundaran Tugu Malang (Foto: Aris/ jatimnow.com)
Aksi Aliansi Masyarakat Pendukung MBG di Bundaran Tugu Malang (Foto: Aris/ jatimnow.com)

jatimnow.com – Ribuan warga Malang Raya menggelar aksi demonstrasi menuntut agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto tetap dilanjutkan. Aksi yang dikemas dalam bentuk 'Apel Akbar' ini dipusatkan di kawasan Bundaran Tugu, di antara Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang, pada Sabtu (20/6/2026) pagi.

Massa yang didominasi pakaian serba putih bertuliskan '82 Juta Penerima Manfaat Prabowo Baik' ini menyuarakan penolakan keras terhadap wacana pembubaran program. Mereka menilai evaluasi terkait dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) pusat tidak seharusnya mengorbankan pelaksanaan MBG di daerah yang sudah berjalan dengan baik.

Baca Juga: Temui Massa Aksi, DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis

Uniknya, massa aksi yang hadir tak hanya berorasi, mereka juga turut menggelar kegiatan senam zumba dan bagi-bagi hadiah. Terlihat beberapa hadiah mulai sayuran, buah-buahan, tumbler atau botol minum, payung, setrika, hingga hadiah utama berupa kulkas, juga disiapkan panitia aksi. Beberapa emak-emak yang diminta menyuarakan aspirasi dukungan terhadap MBG langsung diganjar hadiah - hadiah tersebut.

Dari sekian banner sindiran terhadap mereka yang menolak program MBG dengan mengatasnamakan mahasiswa, ada satu spanduk yang paling mencuri perhatian. Spanduk tersebut bertuliskan 'Usir Mahasewa yang Mengaku Mahasiswa dari Bumi Arema', yanh dibentangkan tepat di depan Gedung DPRD Kota Malang, atau di sebelah kiri panggung hiburan.

Koordinator MBG Malang Raya Djoni Sudjatmoko mengungkapkan, program MBG yang berjalan satu tahun membuat banyak dari para UMKM, petani, peternak, hingga pedagang sayur, diberdayakan dan diuntungkan. Makanya ia mendorong agar pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan MBG.

"ini menjadi menguat di publik tentang program strategis nasional yang digagas oleh pemerintah hari ini, yaitu Presiden Prabowo. Biar menggaungkan energi positif agar program ini bisa berjalan dengan dukungan masyarakat, dan target capaian penerima manfaat, khususnya di program MBG ini, bisa meningkat sampai 82 juta seperti instruksi dari Pak Presiden Prabowo," kata Djoni.

Pria yang juga menjabat ketua Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Gratis (Gapembi) Malang Raya ini berpendapat, program MBG memang perlu dievaluasi setelah adanya dugaan korupsi dan suap pengurusan dapur, termasuk mengevaluasi bila ada kejadian - kejadian keracunan yang ada. Tapi hal itu tak berarti harus meniadakan dan menghentikan program itu sendiri di daerah - daerah..

Baca Juga: BEM ITS Gelar Mimbar Bebas, Soroti Sejumlah Kebijakan Pemerintah

"MBG yang sebelumnya kemanfaatannya sudah dirasakan, efek awal adanya keracunan sudah diminimalisir, kemudian perbaikan-perbaikan di SPB-SPBG untuk masalah higienis sudah terus dilaksanakan, sehingga di lapangan itu sudah minim sekali kesalahan dari SPBG. Lah kok malah dituntut untuk bubar," terangnya.

Ia mengakui adanya permasalahan di kantor pusat terkait adanya dugaan praktik korupsi. Tapi juga menurutnya telah dilakukan pembenahan oleh pemerintah.

"Itu kan sudah diselesaikan oleh pemerintah, dibersihkan di atas. Tapi di lapangan, ini kan berjalan sudah sangat baik gitu," imbuhnya.

Baca Juga: Monitoring Dua SPPG, Ini Kata Satgas MBG Probolinggo

Ia pun mendorong MBG tetap dilaksanakan merata dan tidak menyasar daerah 3T. Apalagi MBG merupakan salah satu janji politik Prabowo-Gibran dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Dimana salah satunya pemenuhan gizi menjadi hal utama untuk menyiapkan generasi muda.

"MBG ini adalah amanat janji kampanye, ya, harus dilaksanakan. Karena Pak Prabowo dipilih salah satunya ya karena MBG ini gitu lho. Makanya enggak logis kalau ada yang bilang macam-macam, wong ini sudah berjalan baik di bawah," kata dia.

"3T itu kan sedikit. Ini kan ngomong Indonesia Emas. Indonesia Emas itu bukan di 3T aja gitu lho. Indonesia Emas ini ya keseluruhan, ya, merata. Seluruh anak-anak kita itu dapat asupan gizi yang merata," pungkasnya.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.