Sabtu, 13 Jun 2026 03:12 WIB

Bukan Tradisi Santri, Sarung Penyambung Peradaban Nusantara

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Minggu, 22 Okt 2023 07:22 WIB
Peragaan busana sarung di Gedung Grahadi Surabaya. (Foto: Haryo Agus/jatimnow.com)
Peragaan busana sarung di Gedung Grahadi Surabaya. (Foto: Haryo Agus/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tradisi sarungan saat ini identik dengan kalangan santri dan kiai. Sarung telah menjadi tradisi yang dianggap melekat pada santri. Padahal dalam sejarahnya, sarung ada sebelum Islam masuk Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf mengatakan sarung merupakan bukti dari kesinambungan sejarah dan peradaban.

Baca Juga: Dukung Transformasi Pesantren, Gus Yahya Apresiasi Inisiatif KH Imam Jazuli

"Kalau di indonesia yang mayoritas muslim ini santri-santri dan kiainya bersarung maka mari kita lihat bahwa masyarakat India yang Hindu orang-orangnya juga bersarung. Masyarakat Myanmar yang beragama Budha orang-orangnya juga bersarung," Kata Yahya Cholil Staquf dalam acara Sarung Santri Nusantara di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (21/10/2023) malam.

Ini berarti, lanjut Gus Yahya, sarung merupakan penyambung dari banyaknya masyarakat heterogen di dalam satu kawasan peradaban yang luas sekali.

Gus Yahya menjelaskan bahwa sarung di Indonesia sudah ada sebelum Islam masuk ke Indonesia. Sejak zaman kerajaan Hindu Budha, sarung sudah menjadi pakaian dan tradisi masyarakat Nusantara pada waktu itu.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

"Ini berarti walaupun masyarakat Nusantara telah menjadi mayoritas muslim tetapi sarung tetap menjadi bagian dari tradisi kehidupan budayanya," ucapnya.

Gus Yahya pun mengajak para santri masyarakat Nusantara untuk bersyukur telah memiliki budaya dan tradisi sarung yang tak pernah lekang oleh zaman.

"Ini juga suatu hal yang perlu kita syukuri dan mengingat pentingnya makna sarung ini dan vitalitas budayanya yang saya kira tak ada yang lebih ulet," tandasnya.

Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

Dalam menghargai budaya sarung, Kementerian Agama RI bersama dengan PBNU dan Pemerintah Provinsi Jatim mengadakan acara Sarung Santri Nusantara dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2023 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (21/10/2023) malam.

Acara tersebut menampilkan fashion show ragam sarung dari berbagai daerah di Indonesia. 29 motif sarung dari seluruh Indonesia ditampilkan dibalut dengan keindahan berbagai model busana. Mulai dari sarung tradisional yang dikenakan masyarakat desa hingga sarung modern yang fashionable.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.