Rabu, 10 Jun 2026 22:34 WIB

Huntara Warga Terdampak Tanah Retak Ponorogo Segera Dibangun

Penebangan pohon di area relokasi Huntara pengungsi tanah retak Desa Tumpuk, Sawoo, Ponorogo (Foto: BPBD Ponorogo/jatimnow.com)
Penebangan pohon di area relokasi Huntara pengungsi tanah retak Desa Tumpuk, Sawoo, Ponorogo (Foto: BPBD Ponorogo/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan pengungsi terdampak ranah tetak di Dusun Sumber, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo bisa bernafas lega. Hunian sementara (Huntara) yang dijanjikan oleh pemerintah segera dibangun.

Ini seiring dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo sudah mulai membuka lahan relokasi. Dengan cara menebangi pohon-pohon di lahan relokasi dan segera membangun Huntara bagi ratusan jiwa itu oleh pihak Perhutani.

Baca Juga: Ancaman Batu Raksasa di Desa Ngilo-ilo Ponorogo, BPBD Surati PVMBG

Kepala BPBD Ponorogo, Masun mengatakan bahwa 42 keluarga terdampak tanah retak akan dipindah. Dia mengklaim lokasinya masih satu dusun, namun beda lingkungan.

"Kami sudah melakukan penebangan tegakan di lokasi calon relokasi korban tanah gerak di Desax umpuk,” ujar Kepala BPBD Ponorogo, Masun, Jumat (13/10/2023).

Menurutnya, penebangan sudah dilakukan mulai Senin (9/10/2023) lalu. Penebangan diperkirakan selesai pekan ini.

Total ada 474 tegakan atau pohon jenis rimba campuran. Dengan rincian pinus maupun sengon ada 304 pohon

Baca Juga: Penyebab Ponorogo Dikepung Banjir, 18 Tanggul Jebol

Selanjutnya kayu indah 121 tegakan meliputi johar, mahoni, sono brid, kelompok kayu lainnya 49 meliputi flamboyan dan kemelinah.

“Total 474 diameter lebih dari 30 centimeter ada kurang lebih 30 pohon,” kata mantan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) ini

Menurutnya, sesuai peraturan menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) pasal 31 ayat 7 penggunaan kawasan hutan yang dibiayai apbd, bumn dan bumd, tidak dikenai biaya investasi.

Baca Juga: Kepala BNPB Perintahkan Perbaikan Tanggul Jebol Penyebab Banjir Ponorogo

“Bisa disimpulkan aset yang ditebang milik pengelola perhutani dan tidak ada biaya pengganti. Tapi bekas tebangan milik Perhutani,” pungkasnya.

Sebelumnya, bencana tanah retak terjadi di Ponorogo, tepatnya di Dukuh Sumber, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, membuat 42 kepala keluarga (KK) atau 139 jiwa terpaksa harus diungsikan.

Pantauan di lokasi, mereka mengungsi di bangunan lama Balai Desa Tumpuk. Ratusan warga tidur dengan kondisi seadanya, menggunakan alas tikar untuk tidur.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.