Jumat, 19 Jun 2026 04:06 WIB

Ratusan Massa Blokade Akses Suramadu, Buntut Tetesan Air Garam dan Solar di Bangkalan

Aksi blokade jalan akses Suramadu dari sisi Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Aksi blokade jalan akses Suramadu dari sisi Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan masyarakat Bangkalan melakukan aksi demonstrasi dengan melakukan blokade akses Jembatan Suramadu sisi Bangkalan. Hal itu sebagai bentuk protes masyarakat terhadap tetesan air garam yang memakan banyak korban.

Salah satu pendemo, Hanafi mengatakan pihaknya bersama ratusan massa turun ke jalan menuntut agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan solusi terhadap masalah tersebut. Pasalnya, tetesan air garam tak hanya menyebabkan korban luka-luka namun juga meninggal dunia.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"Jadi truk-truk yang melintas itu memuat garam dengan bodi truk diolesi solar. Saat melintas di Blega dan Galis, muatan tersebut meneteskan air garam dan solar ke jalan. Akibatnya pengendara jatuh bahkan meninggal. Pemprov harus mengambil sikap agar hal ini tidak terus terjadi," imbuhnya, Senin (25/9/2023).

Selain itu, hingga saat ini puluhan korban tersebut tidak mendapatkan kompensasi apapun dari pihak perusahaan pengangkut garam. Bahkan, tak ada sanksi yang diterapkan pada truk-truk tersebut.

"Sampai saat ini truk pengangkut garam tetap melintas dan meneteskan airnya. Sehingga sampai hari ini masih ada korban berjatuhan," imbuhnya.

Ia juga menuntut agar jembatan timbang yang berada di Kecamatan Jrengik, Sampang kembali difungsikan 24 jam. Sehingga sebelum truk-truk garam melintas ke Bangkalan bisa melewati jembatan timbang terlebih dahulu.

Baca Juga: Hiburan Malam di Sekitar Suramadu Beroperasi, DPRD Surabaya Usul Penindakan

"Kami minta agar jembatan timbang di aktifkan kembali," tambahnya.

Tak hanya itu, pihaknya menuntut agar perusahaan pengangkut garam juga didenda berupa 10 tangki air untuk menyiram tetesan garam tersebut.

"Jika tuntutan itu tidak diindahkan maka kami akan turun ke jalan dengan massa yang lebih banyak lagi. Hari ini sengaja kami turun dipintu masuk Suramadu ini agar Gubernur dan Polda tau kalau di Bangkalan ada permasalahan itu," imbuhnya.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

Sementara itu, Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya mengatakan pihaknya telah menyiapkan ratusan personel untuk mengamankan aksi tersebut. Meski blokade dilakukan, petugas membuka satu lajur untuk pengendara bisa melintas.

"Tetap kami buka satu lajur, memang padat namun bisa jalan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.