Jumat, 19 Jun 2026 12:32 WIB

Ratusan Unggas Mati di Tanggulangin Sidoarjo, Terserang Virus Flu Burung?

ilustrasi
ilustrasi

jatimnow.com - Ratusan unggas di Dusun Sangewu, Desa Penatarsewu, Tanggulangin mendadak mati. Tentu saja hal ini membuat para peternak di dusun tersebut panik.

Kepala Desa Penatarsewu Choliq mengakui warganya yang menjadi peternak unggas panik. Agar tidak terus menyebar, bangkai-bangkai ayam itu langsung dikubur. Kandang juga telah disemprot disinfektan.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Bangkainya kita kubur biar gak menyebar," kata Choliq, Sabtu (9/9/2023)

Choliq menambahkan, unggas yang mati dikuburkan di dalam tanah dengan lokasi yang jauh dengan kandang maupun tempat tinggal manusia.

Lokasi penguburan juga jauh dari akses keramaian manusia maupun kemungkinan adanya hewan liar lainnya. Sebelum dikubur, unggas yang mati juga disarankan untuk dilakukan disinfeksi terlebih dahulu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, dr. Eni Rustianingsih mengatakan penyebaran virus begitu cepat hanya berselang satu hari virus menyebar ke peternak lain.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Matinya ternak unggas di Penatarsewu virusnya cepat sekali. Saat ini petugas telah membagikan obat semprot untuk para peternak dan masih menunggu hasil lab terkait virus tersebut," terangnya.

Pihaknya menegaskan jika langkah antisipatif telah dilakukan, seperti penyemprotan disinfektan dan pemberian obat untuk para peternak serta melakukan uji lab terkait virus yang menyerang unggas di Tanggulangin.

"Dilakukan tindakan pengambilan swab oropharynx dan kloaka pada hewan yang telah mati maupun yang masih hidup. Sampel ini akan diperiksa lebih lanjut untuk mengkonfirmasi keberadaan virus flu burung," jelasnya.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Eni melanjutkan, flu burung disebabkan oleh infeksi virus influenza tipe A yang berasal dari burung. Sebagian besar jenis virus flu burung hanya dapat menyerang dan menular pada unggas. Baik unggas liar maupun unggas peternakan seperti ayam, bebek, angsa, dan burung lainnya.

Pihak Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo terus memantau perkembangan situasi ini dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan sebagai upaya perlindungan kesehatan hewan dan manusia.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk berhati-hati dan menjaga kebersihan saat berurusan dengan unggas. Waspada jika ada gejala yang mencurigakan pada hewan peliharaan.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.