Jumat, 19 Jun 2026 19:55 WIB

Rian Priya Handoko, Penangkar Merak karena Mencintai Reog Ponorogo

Rian Priya Handoko saat di kandang meraknya. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Rian Priya Handoko saat di kandang meraknya. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pria di Ponorogo rela merogoh kocek sendiri untuk menangkarkan merak hijau. Dia adalah Rian Priya Handoko warga Desa Gakak, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.

Kisah Rian Priya Handoko dimulai dari kecintaannya terhadap seni Reog Ponorogo dan binatang, khususnya burung merak hijau. Dia memiliki mimpi untuk melestarikan burung merak hijau yang populasinya semakin langka.

Baca Juga: Kisah Ory dan Sherlita, Menghidupkan Spirit Kartini di Era Digital

Dengan pengalaman belajar dari penangkar burung merak di Kabupaten Madiun, dia memutuskan untuk membuka penangkaran sendiri di halaman rumahnya.

"Saya belajar dulu di tempat Mbah Surat, di Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. Di situ saya semakin tertarik," ujar Rian yang juga calon legislatif Partai Perindo, Senin (31/7/2023).

Dia mengaku kemudian membeli enam burung (3 pasang) merak hijau seharga Rp 100 juta.

"Ya namanya cinta, semahal apapun saya tebus. Paling besar sepasang itu Rp50 juta, yang tengah Rp35 juta, kecil Rp15 juta," kata Rian.

Baca Juga: Cerita Uung Victoria Finky Arungi Laut 14 Jam demi Ibu Menyusui

Ia telah mendapatkan izin resmi dari Balai Konversasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mengajarkan cara pemeliharaan burung merak.

"Saya cinta kesenian reog dan cinta dengan merak. Ini adalah usaha saya mewujudkan cinta saya,” jelas apoteker ini.

Tujuan utamanya adalah menyediakan bahan baku reog Ponorogo. Pasalnya, kesenian tersebut menghadapi kesulitan dalam menjaga kelangsungan tradisinya akibat kelangkaan bahan baku dadak merak yang semakin langka.

Baca Juga: Kisah Cessil, Perempuan Surabaya Menafsir Kartini Masa Kini

Selain itu, Rian memiliki visi yang lebih luas untuk penangkaran meraknya. Ia bermimpi menjadikannya sebagai objek wisata edukasi, terutama untuk anak-anak di sekitar wilayahnya.

“Dengan cara ini, warga dapat belajar dan menyadari pentingnya pelestarian alam dan perlindungan hewan langka seperti burung merak hijau,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.