Sabtu, 13 Jun 2026 07:53 WIB

Harga Tembakau di Probolinggo Melonjak, Petani Untung Besar

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Senin, 31 Jul 2023 12:46 WIB
Petani tembakau di Kabupaten Probolinggo. (Foto-foto: Haryo Agus/jatimnow.com)
Petani tembakau di Kabupaten Probolinggo. (Foto-foto: Haryo Agus/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tembakau di Kabupaten Probolinggo sudah memasuki masa panen. Harga tembakau melonjak tinggi mencapai Rp55-60 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga tembakau pada panen tahun 2022 di Kabupaten Probolinggo hanya sekitar Rp35-50 ribu per kilogram.

Salah satu petani asal Krejengan Kabupaten Probolinggo, Rahmat mengatakan bahwa panen tahun ini harganya sangat jauh dari panen-panen sebelumya. Banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya kualitas daun tembakau.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

"Saat ini harganya mencapai 60 ribu pada panen kedua. Tahun kemarin cuman 50," ucap Rahmat saat menjemur daun tembakau, Senin (31/7/2023)

Tanaman tembakau bisa dipanen sebanyak empat-lima kali dalam sekali tanam. Panen pertama dilakukan dengan mengambil daun yang paling bawah. Harga tembakau pada panen pertama relatif lebih murah, berkisar Rp50-55 ribu per kilo pada panen tahun ini.

Panen ketiga hingga ke empat, mengambil daun di posisi tengah pohon. Daun tengah ini lah yang memiliki harga tinggi. pasalnya, daun tengah ini yang memiliki kualitas terbaik.

Baca Juga: 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Ranu Betok Probolinggo

"Harga tertingginya di panen kedua, soalnya ini daun yang kualitasnya paling bagus," ungkapnya.

Meskipun harga tembakau tinggi, para petani merasa kurang puas dengan hasil panen tahun ini. Pasalnya, Pohon tembakau tidak bisa tumbuh maksimal. Hingga menyebabkan masa panen dari tembakau berkurang.

"Tapi pohonnya banyak yang gak tinggi, jadi cuman bisa 3-5 kali panen," jelasnya.

Baca Juga: PTPN I Regional 5 Gandakan Lahan Tembakau Klaten, Bangun 38 Sumur Bor

Kesempatan lain, seorang petani, Ulum, menyebutkan bahwa faktor yang menyebabkan tanaman tembakau tidak bisa tumbuh maksimal karena angin kencang. Angin yang menerjang tembakau membuat pertumbuhan bunga semakin cepat. Tumbuhnya bunga tersebut membuat pertumbuhan pohon tembakau berhenti.

"Kan angin ini kenceng banget, jadi tembakau lebih cepat tumbuh bunganya. Ini membuat pohon tembakau berhenti tumbuh," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.