Jumat, 19 Jun 2026 11:46 WIB

Tombak Kyai Upas Kembali Dijamas di Pendopo Kanjengan Tulungagung

Jamasan pusaka tombak Kyai Upas. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Jamasan pusaka tombak Kyai Upas. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkab Tulungagung menggelar jamasan pusaka tombak Kyai Upas. Jamasan ini dilakukan setiap tahun, pada hari Jumat bulan Suro dalam sistem penanggalan jawa.

Setelah delapan tahun, prosesi jamasan ini akhirnya kembali ke Pendopo Kanjengan, lokasi penyimpanan tombak tersebut. Namun pada 2016 pendopo tersebut dijual oleh pihak keluarga ke orang lain sehingga penyimpanan dan prosesi jamasan dipindah ke Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Tulungagung. Namun pada tahun lalu Pemkab secara resmi membeli pendopo ini dengan harga Rp10 miliar.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Menurut sejarah, tombak Kyai Upas merupakan pusaka milik Ki Ageng Mangir, menantu Raja Mataram yang menolak tunduk dalam kekuasaan Mataram.

Setelah Ki Ageng Mangir meninggal, tombak ini kemudian disimpan di Pendopo Kanjengan Tulungagung. Selain itu pusaka ini juga berkaitan dengan sejarah berdirinya Kabupaten Tulungagung.

Ritual jamasan ini diawali dengan kirab kesenian reog, yang mengiringi dayang atau putri membawa air dari 9 sumber. Air tersebut kemudian dicampur dengan kembang tujuh rupa dan digunakan untuk menjamas tombak Kyai Upas.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo yang turut hadir dalam jamasan tersebut menuturkan, kegiatan ini merupakan tradisi yang dilakukan setiap tahun. Selain melestarikan tradisi, jamasan ini juga bertujuan untuk membersihkan karat yang ada pada bagian mata tombak.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Ini merupakan pusaka yang erat kaitannya dengan perjuangan dan sejarah pendirikan Kabupaten Tulungagung," ujarnya, Jumat (28/7/2023).

Pihak Pemkab Tulungagung berencana akan menjadikan jamasan ini sebagai salah satu daya tarik wisatawan. Maryoto menilai prosesi jamasan bisa mendatangkan wisatawan untuk berkunjung dan menyaksikannya.

Menurutnya hal ini perlu dikordinasikan ke banyak pihak, agar kegiatan jamasan ini bisa menjadi event yang menarik.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Tentunya jamasan ini akan dikemas sehingga menjadi menarik wisatawan," imbuhnya.

Sementara itu, sejumlah masyarakat langsung berebut air sisa jamasan. Mereka percaya air tersebut membawa berkah tersendiri, dan bagus untuk kesehatan. Supriyati salah seorang warga mengaku ikut berebut air sisa jamasan untuk mendapatkan berkah. Air tersebut sebelumnya sudah didoakan dan dipercaya bisa mendatangkan berkah tersendiri.

"Nanti airnya akan dimasukkan ke sumur," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.