Kamis, 18 Jun 2026 08:58 WIB

Wakil Bupati Trenggalek Hadiri Upacara Ngetung Batih di Tanggal 1 Suro

Wakil Bupati Trenggalek. Syah M Natanegara saat mengikuti tradisi Ngetung Batih. (Foto : Prokopim Trenggalek fot jatimnow.com)
Wakil Bupati Trenggalek. Syah M Natanegara saat mengikuti tradisi Ngetung Batih. (Foto : Prokopim Trenggalek fot jatimnow.com)

jatimnow.com - Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhamad Natanegara mengikuti kirab upacara adat Ngetung Batih di Kecamatan Dongko.

Upacara adat ini rutin digelar setiap tanggal 1 bulan Suro dalam sistem penanggalan Jawa. Ngetung Batih atau menghitung anggota keluarga merupakan representasi dari kepedulian terhadap sanak saudara.

Baca Juga: Besutan Melangkah ke Jakarta, Bawa Misi Menyelamatkan Ludruk

Hadir mewakili Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Wakil Bupati Syah mengapresiasi setiap event atau kegiatan yang melibatkan kebudayaan tradisional.

Selain melestarikan tradisi dan budaya, dengan adanya berbagai event tentunya pula dapat menggeliatkan perekonomian di masyarakat.

"Bapak Bupati, Bapak Mochamad Nur Arifin titip pesan bahwa beliau ikut mangayubagya, ikut berbahagia atas terselenggaranya kegiatan ini," ujarnya, Rabu (19/07/2023).

Tradisi Ngetung Batih sendiri rutin digelar masyarakat di Kecamatan Dongko setiap awal bulan Suro atau Muharram. 

Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

Tradisi tersebut dalam sejarahnya bermula sejak zaman kerajaan di mana banyak anggota keluarga yang ikut berperang. Sehingga Ngetung Batih dimaksudkan untuk menghitung sanak kelurga yang ada dengan iringan doa agar terhindar dari marabahaya.

"Tradisi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu dan selalu dilestarikan oleh masyarakat," tuturnya.

Yang unik dalam tradisi Ngetung Batih adalah arak-arakan Takir Plontang, yaitu makanan yang disajikan dalam wadah dari daun dan pelepah pisang.

Makanan tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah.

Baca Juga: Awali Buka Giling, PG Modjopanggung Tulungagung Gelar Manten Tebu

Di akhir acara terdapat sejumlah ekor ayam dibagikan untuk diperebutkan oleh masyarakat yang hadir.

"Selain melastarikan tradisi tentunya acara ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat," pungkasnya.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.