Kamis, 18 Jun 2026 04:14 WIB

Ritual Jamasan Pusaka Warga Pasuruan di Malam Satu Suro Bentuk Pelestarian Budaya

Muhammad Nuh (36) warga Dusun Jagil Kecamatan Prigen, mendalami dunia keris.(Foto : Muhammad Nuh for jatimnow.com)
Muhammad Nuh (36) warga Dusun Jagil Kecamatan Prigen, mendalami dunia keris.(Foto : Muhammad Nuh for jatimnow.com)

jatimnow.com - Bermula dari kekhawatiran punahnya keris apabila tidak dilestarikan, Muhammad Nuh (36) warga Dusun Jagil Kecamatan Prigen, mendalami dunia keris hingga saat ini.

Terhitung sejak tahun 2018, kini Nuh telah memiliki beragam keris antara lain keris Yudho gati, Tresno gati, Mageti limo, Tilam upi, Sabuk intan, Brojol, Angkung, Mundharang, Kebo dengen dan
Sujen Ampel.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Di setiap Malam Satu Suro, Nuh mengadakan agenda wajib jamasan pusaka atau ngumbah keris terhadap semua keris yang dimilikinya. Bagi Nuh ini adalah sebuah adat yang harus dilestarikan.

"Ini adalah adat dan budaya yang masih dilakukan di setiap daerah sebagai bentuk nguri-uri budaya peninggalan para leluhur," ucapnya Selasa (18/7/23).

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Nuh mengartikan lebih dalam mengenai konsep ideal terkait ritual jamasan pusaka.

"Secara bahasa jamas artinya membersihkan atau memandikan. Namun lebih dari itu, ritual jamasan adalah sebuah upaya perawatan, baik dari segi bentuk fisik atau metafisiknya. Hal ini menjadi sistem kontrol terhadap keberadaan pusaka-pusaka yang beredar di masyarakat agar senantiasa mendapat keberkahan dari do'a sang empu yang tertanam dalam wilah pusaka," pungkasnya.

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

Nuh berharap adanya keris yang tetap dijaga dan dilestarikan tidak mendapat stigma negatif dari masyarakat. Tidak memandang kepada mistisnya, melainkan memberi nilai pada pemahaman sebagai sejarah dan bagian pegangan pedoman falsafah hidup bangsa Indonesia.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.