Jumat, 19 Jun 2026 12:21 WIB

Bank Indonesia Sebut Pengolahan Komoditas Kopi Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Senin, 10 Jul 2023 10:03 WIB
Menurut Filianingsih Hendarta, selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia, saat menghad Java Coffee Culture (JCC) dan Festival Peneleh 2023 di Jalan Tunjungan, Minggu (09/07/2023) (Haryo Agus/jatimnow.com)iri
Menurut Filianingsih Hendarta, selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia, saat menghad Java Coffee Culture (JCC) dan Festival Peneleh 2023 di Jalan Tunjungan, Minggu (09/07/2023) (Haryo Agus/jatimnow.com)iri

jatimnow.com - Semarak puncak acara Java Coffee Culture (JCC) dan Festival Peneleh 2023 di Jalan Tunjungan, Minggu (09/07/2023). Acara yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya itu bertajuk Diplomasi Kopi Lintas Generasi.

Acara yang sudah dilaksanakan mulai Jumat (07/07/2023) lalu, menghadirkan pelaku usaha komoditas kopi dari seluruh Indonesia, terutama komoditas kopi dari Jawa.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

JCC ini dilaksanakan bertujuan untuk mendukung perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan melalui sektor pariwisata dan UMKM.

Menurut Filianingsih Hendarta, selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia, kondisi ekonomi nasional masih dihadapkan pada tantangan global maupun domestik. Komoditas kopi dan wisata sejarah menjadi salah satu cara untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, seimbang, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

"Nah, dalam konteks tadi, kita melihat juga pengembangan wisata sejarah dan pengolahan komoditas kopi ini bisa menjadi salah satu sumber pemulihan ekonomi nasional," ungkapnya, dalam sambutannya di acara puncak JCC & Festival Peneleh 2023 Minggu (09/07/2023).

Selanjutnya, Filia mengatakan, acara JCC dan Festival Peneleh 2023 menjadi faktor penting dalam mendorong pengembangan komoditas dan wisata sejarah, melalui tiga hal, yakni pertama, peningkatan eksposure, daya saing, dan penjualan secara domestik maupun ekspor komoditas kopi. Kedua, klasifikasi produk olahan komoditas kopi, dan ketiga, peningkatan eksposure wisata sejarah.

Baca Juga: Gubes Unair Bongkar Biang Kerok Pelemahan Rupiah dan Strategi Penyelamatannya

Kegiatan JCC & Festival Peneleh 2023 dihadiri lebih dari 1000 pengunjung dan 42 pelaku UMKM serta mampu menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 25,63 miliar.

"Acara ini mampu menghasilkan nilai transaksi 25,63 miliar. Ini di atas dari target yang ditetapkan yakni 18 miliar,." ucapnya bangga.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.