Jumat, 19 Jun 2026 00:38 WIB

Pasutri Tulungagung Tewas di Ruang Karaoke Rumahnya, Polisi: Tak Ada Barang Hilang

Polisi saat melakukan olah TKP. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Polisi saat melakukan olah TKP. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pasangan suami istri warga Desa/Kecamatan Ngantru, Tulungagung ditemukan meninggal dunia di ruang karoke peribadi rumahnya. Kondisi korban lehernya terjerat dan tangan terikat.

Jenazah korban bernama Suharno (57) dan Ning Nur Rahayu (49) pertama kali ditemukan oleh anak perempuanya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto mengatakan korban ditemukan oleh anaknya sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu saksi mencari keberadaan korban yang tidak keluar rumah sejak pagi hari.

"Anak korban sudah sejak pagi mencari keberadaan orang tuanya, tapi tak menemukan. Tapi sekitar 17.00 WIB, anak perempuan kembali mencari korban. Anak korban ya terkejut saat melihat orang tuanya sudah tak bernyawa di ruang kaoreke pribadi rumahnya," ujarnya, Kamis (29/6/2023).

Saat ditemukan kondisi kedua korban terlilit kabel mikropon di bagian leher. Korban laki-laki ditemukan dengan kondisi tangan terikat di belakang. Bercak darah juga ditemukan di lokasi kejadian.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Diduga pasutri yang juga dikenal sebagai pengusaha ini merupakan korban pembunuhan. Sejumlah barang berharga milik korban juga masih ditemukan di lokasi.

"Tidak ada barang yang hilang. Handphone korban ditemukan di lokasi, " tuturnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Mereka mengamankan 18 kantong barang bukti dari lokasi kejadian. Jenazah korban juga dibawa ke rumah sakit untuk keperluan autopsi. Sejumlah saksi telah dimintai keterangannya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Mohon doa semoga kasus ini segera dapat diungkap," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.