Jumat, 19 Jun 2026 08:02 WIB

Pameran Seni ArtOs Nusantara Dibuka, Bupati Ipuk: Momentum Dukung Industri Kreatif

Pameran Seni ArtOs Nusantara di Banyuwangi (Foto-foto: Pemkab Banyuwangi)
Pameran Seni ArtOs Nusantara di Banyuwangi (Foto-foto: Pemkab Banyuwangi)

jatimnow.com - Pameran seni ArtOs Nusantara resmi dibuka di gedung tua Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (20/5/2023).

Pameran nasional itu mempertunjukkan 50 karya seni, mulai seni lukis, seni instalasi, hingga seni multimedia dari berbagai seniman kelas wahid di Indonesia.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Pelukis-pelukis beken turut andil memamerkan karyanya. Sebut saja di antaranya Djoko Pekik, Nasirun, Edi Sunaryo, Budi Ubruk, Ugo Untoro, Putu Sutawijaya, Hanafi Nyoman Erawan, Erica, dan Nyoman Sani.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, digelarnya pameran seni ArtOs Nusantara sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan apresiasi terhadap seni.

"Bisa membuat kita untuk menggali pemahaman yang lebih dalam tentang karya-karya seniman dan sekaligus mendukung Industri kreatif yang ada di Kabupaten Banyuwangi," kata Ipuk saat membuka pameran.

Selain Ipuk, pameran lukisan juga dihadari oleh Pendiri OHD Museum Oei Hong Djien, Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto, Budayawan Sujiwo Tejo, dan para seniman nasional dan Banyuwangi.

Beberapa pejabat juga turut mengisi sambutan secara virtual, seperti Menpan RB Abdullah Azwar Anas dan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.

Ipuk menyebut, pameran lukisan ArtOs Nusantara yang digelar selama 9 hari (20-28 Mei 2023) ini sekaligus menjadi panggung bagi para seniman Banyuwangi untuk berkolaborasi dengan seniman nasional.

Dengan demikian mereka punya wadah dan kesempatan untuk mengekspresikan diri melalui karya-karyanya.

"Baik karya-karya berupa keindahan dan keragaman budaya yang berasal dari coretan seni," tambah Ipuk.

Ipuk juga berterima kasih kepada para seniman dan budayawan yang terlibat secara langsung dalam pameran ArtOs Nusantara. Dari karya-karya mereka, masyarakat bisa merasakan semangat atas dedikasi para seniman.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Ipuk berharap pameran tersebut bisa menjadi media promosi bagi wisatawan untuk datang ke Banyuwangi.

"Utamanya wisatawan penggiat seni sehingga mereka akan datang ke kabupaten ini untuk melihat pameran dan keindahan Banyuwangi," imbuh dia.

Dengan demikian, pameran lukisan itu juga akan memperkuat identitas budaya komunitas seniman lukis.

"Mudah-mudahan juga bisa menjadi bagian dari memperomosikan keberagaman budaya dalam upaya meningkatkan kesadaran akan seni dan budaya," ucap dia.

Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto mengapresiasi Banyuwangi sebagai tempat pelaksanaan pemaran lukisan ArtOs Nusantara. Menurutnya, Bumi Blambangan memiliki respons yang baik terhadap seni budaya.

"Maka tugas kita, mari dukung dengan bergandengan tangan untuk mengembangkan potensi yang ada di Banyuwangi," ungkap Pustanto.

Baca Juga: Menikmati Indahnya Pameran Hidden Potion di Art Space ARTOTEL TS Suites Surabaya

Menurutnya, pameran lukisan ArtOs Nusantara sekaligus mengukuhkan Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi event kesenian yang patut dikembangkan.

"Dirjen Kebudayaan berkomitmen mendukung kegiatan seperti ini," tambahnya.

Sementara Ketua Panitia Pameran, Imam Maskun mengatakan, pameran ini akan menegaskan Banyuwangi sebagai daerah yang punya fokus terhadap kesenian dan kebudayaan.

"Juga dapat menjadi ajang destinasi pariwisata baru," kata Imam.

Dalam pameran tersebut, beberapa hal baru dipertontonkan. Selain menempati bangunan tua yang syarat cerita sejarah, pameran tersebut juga memamerkan karya-karya dalam bentuk pancaran cahaya gambar digital.

Lukisan dan informasi tentang pameran dipandarkan ke dinding-dinding bangunan melalui mesin proyektor. Ada juga serangkaian pertunjukan teater yang menghibur penonton di dalam bangunan yang sama.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.