Jumat, 19 Jun 2026 03:32 WIB

Pilkades Banyuning Laok Bangkalan Ricuh, Ratusan Brimob Kawal Kotak Suara

Ratusan anggota Brimob mengamankan penghitungan suara di Desa Banyuning Laok, Bangkalan. (Foto-foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Ratusan anggota Brimob mengamankan penghitungan suara di Desa Banyuning Laok, Bangkalan. (Foto-foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan anggota Brimob diturunkan untuk mengawal penghitungan suara di Desa Banyuning Laok, Bangkalan. Hal ini dilakukan karena sejumlah pendukung calon kepala desa ricuh. 

Akibatnya penghitungan ulang dilakukan di pendopo agung Bupati Bangkalan, malam hingga dini hari tadi dilakukan dengan pengamanan ketat agar penghitungan dapat dilakukan secara kondusif. 

Baca Juga: Sidoarjo Siap Tinggalkan Coblos Paku, E-Voting Jadi Incaran di Pilkades 2026

Kepala Dinas Kominfo Bangkalan, Agus Sugianto Zein mengatakan kericuhan bermula saat salah satu pendukung tidak terima dengan hasil penghitungan suara. Akibatnya, pendukung salah satu Cakades protes hingga tersulut emosi. 

"Terdapat selisih 4 suara dari Cakades yang menang dan yang kalah. Akibatnya, surat suara dari Banyuning Laok dihitung ulang tadi malam," ujarnya, Jumat (12/5/2023). 

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bangkalan masih memiliki waktu untuk memfasilitasi pihak-pihak yang merasa keberatan dengan hasil Pilkades. Ada waktu satu bulan untuk menangani dan menganalisa aduan ataupun gugatan yang masuk. 

"Nanti setelah dilakukan analisa dan diproses, hasilnya akan disampaikan. Dari hasil tersebut jika masih tidak puas, bisa melanjutkan proses ke pengadilan," imbuhnya. 

Ia juga menegaskan, pelaksanaan Pilkades di 147 desa di Bangkalan sudah rampung dilakukan. Hanya saja, terdapat satu desa yang mengajukan keberatan sehingga dilakukan penghitungan ulang. 

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

"Semuanya sudah selesai, hanya penghitungan suara ini saja yang masih belum selesai," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.