Jumat, 19 Jun 2026 08:00 WIB

Seniman di Tulungagung Kritisi Tugu Reog Kendang karena Kurang Artistik

Seniman melukis bersama di seputaran Tugu Reog kendang di Tulungagung. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Seniman melukis bersama di seputaran Tugu Reog kendang di Tulungagung. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tugu Reog Kendang yang baru selesai dibangun mendapat sorotan dari seniman perupa di Tulungagung. Tugu yang terletak di sisi selatan Alun-alun ini dinilai kurang artistik.

Merespon hal tersebut, puluhan perupa menggelar aksi melukis bersama di seputar Tugu Reog Kendang. Mereka mengkritisi pembangunan tugu yang menjadi ikon Tulungagung tersebut.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Salah seorang seniman, Benny Widyo mengatakan aksi melukis bersama ini merupakan bentuk kritik terhadap pemerintah atas pembangunan Tugu Reog Kendang tersebut.

Para seniman selama ini tidak pernah dilibatkan dalam proses pembangunan. Tidak ada dialog yang dibangun oleh pemerintah tentang bentuk dan alasan mengapa tugu berentuk kendang ini dibangun.

"Kita tidak minta dilibatkan tapi minimal ada dialog sehingga para seniman dapat memberikan masukan mengenai bentuk atau lainnya," ujarnya, Senin (8/5/2023).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Terdapat beberapa hal yang menjadi sorotan tugu reog kendang ini. Secara fisik tugu tersebut dinilai kurang artistik. Ukuran patung kendang yang berada di bagian atas juga kurang besar. Adanya selendang yang diletakkan di bagian kendang membuat bentuknya semakin aneh. Selain itu mereka juga mempertanyakan alasan reog kendang yang dipilih menjadi ikon tugu tersebut.

"Ada banyak pilihan lain seperti fosil homo wajakensis dan lainnya," tuturnya.

Reog kendang sendiri merupakan kesenian khas Tulungagung. Seni tari tersebut selalu ditampilkan dalam setiap acara. Pembangunan tugu reog kendang ini menggunakan dana CSR dari sebuah bank daerah, dan menelan biaya hingga Rp350 juta. Tugu tersebut terletak di perempatan TT, yang menjadi salah satu ikon Tulungagung.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Hasil lukisan teman teman ini nanti akan kita pamerkan dan akan mengundang para stake holder untuk berdiskusi bersama," pungkasnya.

 

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.