Kamis, 18 Jun 2026 07:48 WIB

Bos dan Karyawan Tambang Diperiksa, Buntut Tewasnya 3 Bocah di Kolam Bekas Galian C

Kolam bekas tambang galian C, lokasi tewasnya 3 bocah di Banyuwangi (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Kolam bekas tambang galian C, lokasi tewasnya 3 bocah di Banyuwangi (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bos dan karyawan tambang di Banyuwangi diperiksa polisi, buntut tewasnya tiga perempuan di kolam bekas galian C.

Pemeriksaan dilakukan oleh Penyidik Polresta Banyuwangi pasca-tewasnya 3 bocah asal Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng pada Senin (17/4/2023) lalu.

Baca Juga: 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Ranu Betok Probolinggo

Pemilik tambang pasir itu diketahui bernama Imam Muslih (50), asal Desa/Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi dipanggil ke Polsek Sempu untuk dimintai keterangannya.

"Hari ini sudah kami panggil (pengelola)," jelas Kapolsek Sempu, AKP Karyadi kepada jatimnow.com, Rabu (19/4/2023).

Selain pengelola, Karyadi tak menyebut nama lain yang ikut dimintai keterangan terkait peristiwa yang menewaskan tiga bocah itu.

"Karyawan dan pengelola yang dimintai keterangan. Terkait nama-namanya belum bisa kita sampaikan," jelas dia.

Karyadi menyatakan, pemeriksaan itu dilakukan oleh tim penyidik dari Polresta Banyuwangi. Pihaknya, hanya memberikan fasilitas tempat pemeriksaan.

"Ditangani sama Penyidik Polresta Banyuwangi," tambahnya.

Untuk keperluan pengusutan itu, Karyadi menyampaikan bahwa kolam tempat tiga bocah tewas karena tenggelam itu telah dipasang garis polisi.

Pintu masuk tambang pasir juga dibatasi dengan garis berwarna kuning. Sehingga, tidak ada aktivitas di lokasi galian C yang ada 6 lubang itu.

"Mohon pada siapapun untuk tidak masuk ke lokasi itu," tegasnya.

Ditanya soal potensi pengelola tambang terjerat hukum, Karyadi mengaku masih belum bisa memastikan. Menurutnya, itu tergantung ada tidaknya laporan polisi yang dibuat oleh pihak yang dirugikan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Tetap menunggu itu (laporan polisi), karena sejauh ini masih belum ada laporan," paparnya.

Soal bekas lubang galian yang tidak direklamasi, Karyadi menyebut ada kemungkinan pihak penambang menunggu proses penambangan di lokasi tersebut selesai secara keseluruhan.

"Teknisnya saya tidak tahu, tapi ada kemungkinan penambang menunggu sampai selesai semua," terang dia.

Sebelumnya, tiga bocah perempuan tewas di tambang galian C di Dusun Tegalyasan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Ketiga korban berinisial SF (5), SS (7), dan AK (8).

Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB. Korban diduga tak bisa berenang dan tewas saat bermain di genangan air bekas galian.

Sementara Imam Muslih, pemilik tambang mengatakan seluruh akses masuk tambang sebenarnya sudah dibuatkan barikade. Agar orang di luar kepentingan tidak bisa mengakses ke dalam tambang.

Baca Juga: Nekat Memancing di Bawah Jembatan Suramadu, Mustofa Tewas Terseret Arus Pasang

"Sudah sesuai dengan standarisasi tambang (pembuatan barikade). Kedepan akan kita perbaiki lagi," ungkap dia.

Namun, lanjut Imam, barikade maupun plang peringatan untuk tidak masuk area tambang yang terpasang justru hilang. Ia pun tak mengetahui siapa yang mencopot plang peringatan di area tambang miliknya.

"Gak tau siapa yang mencopot (plang peringatan) di sekitar tambang," tambahnya.

Imam pun menyatakan siap menyanggupi permintaan dari keluarga ketiga korban. Juga siap menghadapi konsekuensi hukum atas tewasnya ketiga bocah itu.

"Ya kalau memang dilanjut (proses hukum) kita jalani saja. Kita ikuti prosedur hukum yang ada," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.