Kamis, 18 Jun 2026 08:44 WIB

Tambang Galian C Pernah Diprotes Warga Banyuwangi, Sebelum 3 Korban Tewas

Kubangan yang menewaskan tiga bocah yang sudah dipasangi garis polisi. (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Kubangan yang menewaskan tiga bocah yang sudah dipasangi garis polisi. (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Keberadaan tambang galian C yang menewaskan tiga bocah di Dusun Tegalyasan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, sempat menuai protes warga sekitar. Protes warga ke tambang bersumber dari munculnya debu dari kendaraan proyek yang melintas.

Kepala Desa Tegalarum Achmad Turmudzi mengatakan, jalanan di desanya kerap diselimuti debu. Hingga berujung protes warga yang diakomodir oleh pihak desa.

Baca Juga: 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Ranu Betok Probolinggo

"Banyak keterlambatan untuk siram jalan. Jadi kita minta hentikan sementara waktu itu. Kemudian mereka (pihak tambang) sanggup memenuhi protes warga," ujarnya kepada jatimnow.com, Selasa (18/4/2023).

Kendati eksis di lingkungan desanya, lanjut Turmudzi, keberadaan tambang belum sepenuhnya memberikan manfaat kepada masyarakat di desanya. Selama ini sebatas memenuhi tuntuan warga apabila muncul gelombang protes.

"Sampai saat ini belum ada (manfaat) yang dirasakan warga dari pihak tambang," tambahnya.

Turmudzi turut menyinggung banyak kubangan di area tambang yang salah satunya menewaskan ketiga korban. Hal itu justru menimbulkan tanya mengapa ada kubangan besar serta memiliki kedalaman yang sangat membahayakan.

"Kalau kolam dengan kedalaman yang wajar, saya pikir tidak ada masalah. Namun, kolam itu justru membentuk sebuah kubangan dengan kedalaman yang tak dapat diprediksi hingga membahayakan keselamatan," jelasnya.

Dilihat dari izin penambangan, Turmudzi menyebut, pengelola tambang telah mengantongi perizinan hingga tingkatan provinsi. Yang pada awalnya, rekomendasi perizinan dari desa menjadi dasar keluarnya izin penambangan dari tingkat provinsi.

"Meski begitu dibalik semua perijinan pastinya ada poin-poin yang sepatutnya jadi perhatian pemilik tambang. Termasuk adanya kubangan besar yang menewaskan ketiga korban. Nampaknya harus dikaji ulang perizinannya," tambahnya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Sementara itu Imam Muslih, pemilik tambang mengatakan seluruh akses masuk tambang sebenarnya sudah dibuatkan akses barikade. Agar orang diluar kepentingan tidak bisa mengakses kedalam tambang.

"Sudah sesuai dengan standardisasi tambang (pembuatan barikade). Kedepan akan kita perbaiki lagi," ujarnya.

Namun, kata Imam, barikade maupun plang peringatan untuk tidak masuk area tambang yang terpasang justru hilang. Ia pun tak mengetahui siapa yang mencopot plang peringatan di area tambang miliknya.

"Gak tahu siapa yang mencopot (plang peringatan) di sekitar tambang," ujarnya.

Imam menyatakan siap menyanggupi permintaan dari keluarga ketiga korban. Pihaknya juga siap menghadapi konsekuensi hukum atas tewasnya ketiga bocah itu.

Baca Juga: Nekat Memancing di Bawah Jembatan Suramadu, Mustofa Tewas Terseret Arus Pasang

"Ya kalau memang dilanjut (proses hukum) kita jalani saja. Kita ikuti prosedur hukum yang ada," katanya.

Polisi langsung melakukan penyelidikan atas tewasnya ketiga korban. Garis polisi juga dipasang di TKP.

"Masih lidik dan sudah kita pasangi garis polisi di TKP. Kita sudah memeriksa beberapa saksi dan akan memanggil pemilik tambang," ujar Kapolsek Sempu AKP Karyadi.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.