Kamis, 18 Jun 2026 09:30 WIB

Pengakuan Polisi yang Fotonya Dicomot untuk VCS dan Peras Janda di Banyuwangi

Awak media saat menghubingi Aipda Romi melalui panggilan video call WhatsApp (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Awak media saat menghubingi Aipda Romi melalui panggilan video call WhatsApp (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polisi asal Lampung, Aipda Romi yang fotonya dicomot penipu untuk video call sex (VCS) dan mengelabuhi janda satu anak di Banyuwangi, angkat suara atas peristiwa itu.

Romi mengaku kaget fotonya dipakai penipu untuk memeras janda berinisial EW (36), warga Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Saat dihubungi melalui panggilan video WhatsApp, Romi memastikan bahwa akun Facebook yang digunakan untuk mengelabuhi janda tersebut bukan miliknya. Namun akun itu mengambil fotonya untuk dijadikan foto profil Facebook pelaku.

"Foto saya dipakai akun Facebook itu. Turut prihatin dengan apa yang dialami Ibu EW," ujar Romi kepada jatimnow.com, Rabu (12/4/2023).

Tak hanya itu, nama Ipda yang disematkan pada akun tersebut juga tidak benar. Romi menyatakan bahwa dirinya saat ini berpangkat Aipda dan bukan perwira pertama seperti yang digunakan dalam akun Facebook itu.

"Pangkat saya Aipda bukan Ipda. Berati sudah jelas itu akun palsu," tegasnya.

Penipuan dengan menggunakan akun Ipda Romi ternyata kerap terjadi dan menimpa sejumlah wanita di Indonesia. Korbannya, kata Romi, berasal dari berbagi latar belakang pekerjaan.

Baca Juga: Polisi Belajar Baik, Alasan IPDA Purnomo Pilih ODGJ yang Tak Bisa Berterima Kasih

"Udah basi ya penipuan seperti itu. Sering menimpa TKW atau wanita di dalam negeri yang statusnya single mom atau janda. Kebanyakan usia 40 ke atas yang mencari teman kencan di media sosial," ungkap Romi.

Setelah menguasai video asusila milik korbannya, pelaku kemudian memeras korban dengan meminta uang. Bila tidak dituruti, terang Romi, pelaku mengancam akan menyebar ke media sosial.

"Polanya sama dan berulang kali terjadi. Maka dari itu saya minta untuk waspada apabila ada akun media yang menggunakan foto saya," imbuhnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Romi merupakan personel kepolisian yang berdinas di Bidang Dokkes (Biddokkes) Polda Lampung.

Sebelumnya, janda asal Banyuwangi itu nyaris jadi korban pemerasan oleh teman kencan virtualnya yang mengaku sebagai perwira polisi berpangkat Ipda.

Janda mengaku diperas senilai Rp20 juta lantaran video pribadinya diancam akan disebar oleh pelaku. Pelaku mendapatkan video itu saat VCS dengan korban.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.