Rabu, 17 Jun 2026 02:09 WIB

Makam Leluhur Berganti, Warga Banyuwangi Kirim Doa dari Balik Tembok

Peziarah di TPU Cluring yang mendoakan para leluhur dari balik tembok makam. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Peziarah di TPU Cluring yang mendoakan para leluhur dari balik tembok makam. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ziarah kubur jadi rutinitas sebagian umat muslim menyambangi makam sekaligus menghaturkan doa untuk para leluhur jelang Ramadan. Tetapi, bagiamana jika makam yang disambangi tak ditemukan atau tertindih?

Kondisi itu yang dirasakan sebagian umat muslim di Desa/Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Sejumlah warga sudah tak bisa lagi menemukan makam leluhur atau kerabat dikarenakan diganti makam baru.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Tanpa menghilangkan tradisi ziarah, mereka menyiasatinya dengan meletakkan bunga tabur di dekat tembok makam. Kemudian, dengan khusyuk lantunan tahlil dan doa mereka kirimkan dari balik tembok makam.

"Ada empat makam leluhur yang sudah tidak ditemukan lagi. Jadi kirim doanya di sini (dekat tembok makam)," ujar Fandi Van Basten (24) warga setempat, Rabu (22/3/2023).

Fandi mengatakan, sudah jadi rutinitas ia bersama sang ibu ziarah makam dari balik tembok. Menurutnya, yang terpenting adalah niat bukan simbolis semata.

"Sudah turun-temurun. Terlebih saya menjadi generasi yang sudah kesekian. Maklum, kalau makam leluhur diganti yang lain," ucapnya.

Baca Juga: Awali Buka Giling, PG Modjopanggung Tulungagung Gelar Manten Tebu

Dari pantauan jatimnow di TPU Trembelang, terlihat puluhan bunga tabur sengaja diletakkan di balik tembok makam. Aktivitas ini seolah menjadi tanda, bila ziarah makam dari balik tembok masih dilakukan peziarah.

Sejumlah peziarah turut melantunkan doa dan kalimat tahlil dari tembok berdinding batako setinggi 2 meter itu. Senada, peziarah tak ingin menghilangkan tradisi meski makam leluhur sudah tak ditemukan lagi.

"Yang terpenting bisa meneruskan tradisi jelang Ramadan, meski makam leluhur sudah tidak ada," kata Khoirul Anwar (39), warga setempat.

Baca Juga: Tradisi Lebaran Ketupat di Trenggalek yang Sudah Berlangsung Sejak Ratusan Tahun

Di sisi lain, rutinitas ziarah makam juga dilakukan santri pondok pesantren di Banyuwangi. Mengunjungi makam leluhur dan ulama jadi kegiatan yang selalu dilakukan jelang Ramadan.

"Lebih dimaknai dengan berziarah ke makam leluhur ataupun para ulama," ucap Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LBM PCNU Banyuwangi), KH. Sholehudin.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.