Jumat, 19 Jun 2026 03:26 WIB

Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam dan Sayur di Tulungagung Naik Signifikan

Pedagang daging ayam dan sayuran di pasar grosir Ngemplak Tulungagung. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pedagang daging ayam dan sayuran di pasar grosir Ngemplak Tulungagung. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harga daging ayam dan sejumlah sayuran di Pasar Grosir Ngemplak, Kabupaten Tulungagung, mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan harga ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Setiap hari harganya terus naik.

Pedagang memprediksi kenaikan harga ini akan terus terjadi hingga bulan Ramadan. Harga secara berangsur akan mulai turun setelah Lebaran.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Berdasarkan pantauan di pasar, harga daging ayam saat ini mencapai Rp32 ribu per kilogram. Sebelumnya harganya berkisar Rp28 ribu per kilogram. Setiap hari harga daging ayam naik mulai Rp 500 hingga Rp1000 per kilogram.

Diperkirakan harganya akan terus naik hingga Lebaran nanti. Pedagang memperkirakan harga daging ayam kali ini bisa menembus Rp40 ribu per kilogram.

Selain daging ayam beberapa jenis sayuran juga mengalami kenaikan harga. Sayuran jenis cabai rawit, cabai besar, cabai keriting, tomat, selada, sawi putih, buncis dan bawang merah harganya naik sejak beberapa hari lalu.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Kenaikan paling tinggi terjadi pada cabai rawit. Harganya saat ini mencapai Rp80 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harganya berkisar Rp67 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang daging ayam, Didik Tri mengaku kenaikan ini selalu terjadi menjelang bulan Ramadan. Harganya cenderung terus naik dan baru akan turun setelah perayaan lebaran. Adanya tradisi megengan yang biasa dilakukan warga menjelang lebaran diduga menjadi penyebabnya.

"Dari kandang harga ayam juga naik, ini biasa terjadi jelang memasuki bulan Ramadan," ujarnya, Rabu (15/3/2023).

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Kenaikan harga daging ayam ini tidak diikuti oleh tinginya permintaan konsumen. Daya beli masyarakat cenderung tidak ada peningkatan. Didik sendiri mengaku tidak berani menambah stok daging ayam. Mereka khawatir stok tersebut tidak akan habis terjual.

"Meski ada tradisi megengan tapi permintaan pasar relatif landai, tidak ada peningkatan," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.