Senin, 15 Jun 2026 02:06 WIB

Cerita Petani Tomat di Jombang Hadapi Cuaca Ekstrem

Petani tomat di Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Petani tomat di Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Curah hujan yang tak tentu akhir-akhir ini di wilayah Kabupaten Jombang, membuat tanaman tomat petani tumbuh tak maksimal. Akibatnya, para petani di Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro Jombang, merugi.

Mustajib (42) petani Desa Pulorejo, mengaku hasil tanaman tomatnya tidak bisa maksimal. Hal ini disebabkan cuaca yang tidak menentu beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Tanaman tomat saya banyak yang rusak. Daunnya mengering buahnya juga banyak yang busuk, karena kena cuaca," ungkapnya Rabu (15/3/2023).

Lebih lanjut ia menjelaskan, kondisi cuaca yang terkadang panas tinggi dan tiba-tiba hujan deras. Sangat berpengaruh pada kondisi tanamannya.

"Tomat yang sudah siap dipanen mudah terserang hama dan membusuk, kena hujan. Ya jadi tentu rugi. Karena hasil panennya tidak bisa maksimal," jelasnya.

Baca Juga: PMI Surabaya Latih Relawan Antisipasi Hantavirus dan Wabah

Ia mengaku untuk tanaman tomat itu, hanya dibutuhkan satu kali tanam. Dan bisa dipanen hingga 12 kali. Namun, lantaran kondisi tanaman yang rusak hanya mampu dipanen 6 kali saja.

"Lahan 1.000 meter persegi, Satu kali panen bisanya dapat 2 kuintal. Padahal kalau baik bisa 4 kuintal lebih," katanya.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Selain hasil tanaman yang menurun. Karena banyak yang busuk. Harga tomat juga dijual dengan harga murah. Padahal, tomat saat ini sedang baik di pasar.

"Kalau normalnya harga tomat di tingkat petani saat ini Rp5 ribu per Kg. Tapi punya saya ini dihargai Rp3 ribu per Kg karena hasilnya kurang bagus," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.