Rabu, 22 Jul 2026 11:20 WIB

PMI Surabaya Latih Relawan Antisipasi Hantavirus dan Wabah

PMI Surabaya melatih relawan mendeteksi dini wabah penyakit menular dan hantavirus di tengah cuaca ekstrem. (Foto: PMI for jatimnow.com)
PMI Surabaya melatih relawan mendeteksi dini wabah penyakit menular dan hantavirus di tengah cuaca ekstrem. (Foto: PMI for jatimnow.com)

jatimnow.com - Palang Merah Indonesia Kota Surabaya memperkuat kesiapsiagaan relawan menghadapi ancaman penyakit menular yang dipicu perubahan cuaca ekstrem. Salah satu perhatian utama dalam pelatihan yang digelar Senin (18/5/2026) adalah potensi munculnya hantavirus.

Pelatihan tersebut berfokus pada pengendalian kejadian luar biasa (KLB) dan surveillance berbasis masyarakat. Relawan dibekali kemampuan mendeteksi gejala awal penyakit menular agar potensi wabah dapat diketahui lebih cepat di lingkungan warga.

Baca Juga: Horor! 1.300 Kematian Dilaporkan Akibat Gelombang Panas Ekstrem Eropa

Staf Divisi Kesehatan dan Sosial PMI Pusat, Anggi Ardiyansah, mengatakan kegiatan itu diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan kesehatan lingkungan.

“Pelatihan ini bentuk pemberdayaan masyarakat, khususnya untuk pengendalian kejadian luar biasa dan pelaksanaan surveillance berbasis masyarakat,” ujar Anggi.

Menurut dia, perubahan iklim yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ikut memicu peningkatan risiko sejumlah penyakit menular. Pergantian cuaca dari hujan lebat menuju panas ekstrem dinilai menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

“Ada beberapa penyakit menular maupun wabah yang muncul akibat dampak panas ekstrem,” katanya.

Anggi menyebut hantavirus menjadi salah satu penyakit yang mulai mendapat perhatian dunia kesehatan. Penyakit tersebut masuk kategori emerging disease atau penyakit yang kembali muncul sehingga membutuhkan kewaspadaan bersama.

Baca Juga: IKPI Surabaya Gelar Donor Darah, Sumbang Rp50 Juta untuk PMI

Sementara itu, Wakil Ketua sekaligus Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman Hidayat, mengatakan surveillance masyarakat berperan penting dalam mendeteksi potensi wabah sejak dini.

“Ketika ada tanda atau gejala yang mengarah pada penyakit menular atau wabah, peserta pelatihan bisa segera melaporkan,” kata Taufik.

Ia menambahkan, pola surveillance serupa pernah diterapkan saat pandemi COVID-19. Saat itu pelatihan dilakukan secara daring karena adanya pembatasan aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Pemanasan Global Dorong Migrasi Tikus Pembawa Hantavirus ke Pemukiman

“Sekarang sudah tidak ada pembatasan, sehingga pelatihan dilakukan secara offline. Itu bisa menjadi modal penjagaan hantavirus di tingkat masyarakat,” ujarnya.

Taufik mengatakan pelatihan pengendalian KLB dapat dijalankan tidak hanya oleh PMI pusat, tetapi juga PMI kabupaten dan kota sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

“PMI daerah juga bisa menginisiasi kegiatan serupa melalui program rutin yang sudah disusun,” tutupnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.