Sabtu, 06 Jun 2026 17:45 WIB

PMI Surabaya Latih Relawan Antisipasi Hantavirus dan Wabah

PMI Surabaya melatih relawan mendeteksi dini wabah penyakit menular dan hantavirus di tengah cuaca ekstrem. (Foto: PMI for jatimnow.com)
PMI Surabaya melatih relawan mendeteksi dini wabah penyakit menular dan hantavirus di tengah cuaca ekstrem. (Foto: PMI for jatimnow.com)

jatimnow.com - Palang Merah Indonesia Kota Surabaya memperkuat kesiapsiagaan relawan menghadapi ancaman penyakit menular yang dipicu perubahan cuaca ekstrem. Salah satu perhatian utama dalam pelatihan yang digelar Senin (18/5/2026) adalah potensi munculnya hantavirus.

Pelatihan tersebut berfokus pada pengendalian kejadian luar biasa (KLB) dan surveillance berbasis masyarakat. Relawan dibekali kemampuan mendeteksi gejala awal penyakit menular agar potensi wabah dapat diketahui lebih cepat di lingkungan warga.

Baca Juga: Pemanasan Global Dorong Migrasi Tikus Pembawa Hantavirus ke Pemukiman

Staf Divisi Kesehatan dan Sosial PMI Pusat, Anggi Ardiyansah, mengatakan kegiatan itu diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan kesehatan lingkungan.

“Pelatihan ini bentuk pemberdayaan masyarakat, khususnya untuk pengendalian kejadian luar biasa dan pelaksanaan surveillance berbasis masyarakat,” ujar Anggi.

Menurut dia, perubahan iklim yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ikut memicu peningkatan risiko sejumlah penyakit menular. Pergantian cuaca dari hujan lebat menuju panas ekstrem dinilai menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

“Ada beberapa penyakit menular maupun wabah yang muncul akibat dampak panas ekstrem,” katanya.

Anggi menyebut hantavirus menjadi salah satu penyakit yang mulai mendapat perhatian dunia kesehatan. Penyakit tersebut masuk kategori emerging disease atau penyakit yang kembali muncul sehingga membutuhkan kewaspadaan bersama.

Baca Juga: PMI Surabaya Galang Donasi Kemanusiaan lewat Bulan Dana 2026

Sementara itu, Wakil Ketua sekaligus Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman Hidayat, mengatakan surveillance masyarakat berperan penting dalam mendeteksi potensi wabah sejak dini.

“Ketika ada tanda atau gejala yang mengarah pada penyakit menular atau wabah, peserta pelatihan bisa segera melaporkan,” kata Taufik.

Ia menambahkan, pola surveillance serupa pernah diterapkan saat pandemi COVID-19. Saat itu pelatihan dilakukan secara daring karena adanya pembatasan aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Ancam Ginjal hingga Paru-Paru, Pakar Ungkap Cara Cegah Hantavirus

“Sekarang sudah tidak ada pembatasan, sehingga pelatihan dilakukan secara offline. Itu bisa menjadi modal penjagaan hantavirus di tingkat masyarakat,” ujarnya.

Taufik mengatakan pelatihan pengendalian KLB dapat dijalankan tidak hanya oleh PMI pusat, tetapi juga PMI kabupaten dan kota sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

“PMI daerah juga bisa menginisiasi kegiatan serupa melalui program rutin yang sudah disusun,” tutupnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.